Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 21 Jun 2019 15:15 WIB

Perusahaan Properti Ini Jual Saham Rp 150-200/Lembar

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - PT DMS Propertindo Tbk yang bergerak dalam bidang pengembangan properti, perhotelan dan jasa manajemen hotel, mengadakan due diligence meeting dan public expose dalam rangka penawaran umum perdana saham kepada calon investor di Padjajaran Suite Resort & Convention Hotel, Bogor.

"Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 933.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Adapun kisaran harga ditetapkan antara Rp150-Rp 200 per lembar saham," kata Direktur utama DMS Propertindo Muhamad Prapanca, Jumat (21/6/2019).

Perseroan juga melaksanakan Obligasi Wajib Konversi (OWK) sebesar Rp 270 miliar. Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang Namanya tercatat dalam daftar penjatahan Penawaran Umum yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek pada Tanggal Penjatahan.


Setiap pemegang tiga saham baru perseroan berhak memperoleh satu waran dimana setiap satu waran memberikan hak kepada pemegang untuk membeli satu saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portapel.

Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama tiga tahun. Waran Seri I Sebanyak-banyaknya 2.871.750.000 Waran Seri I yang menyertai penerbitan

Saham Baru adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham biasa atas nama yang bernilai nominal Rp 100 setiap sahamnya dengan harga pelaksanaan sebesar 125% dari harga penawaran, yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai tanggal 10 Januari 2020 sampai dengan 8 Juli 2022.

Pemegang Waran Seri I tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham termasuk hak dividen selama Waran Seri I tersebut belum dilaksanakan menjadi saham. Apabila Waran Seri I tidak dilaksanakan sampai habis masa berlakunya, maka Waran Seri I tersebut menjadi kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak berlaku.

Saham yang ditawarkan dalam rangka penawaran umum dan pelaksanaan hasil konversi OWK akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya dari perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak atas pembagian dividen dan sisa kekayaan hasil likuidasi, hak untuk menghadiri dan mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), hak atas pembagian saham bonus dan hak memesan efek terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan dalam Undang- Undang Perseroan Terbatas (UUPT) dan Undang-Undang Penanaman Modal (UUPM).

Untuk aksi korporasi ini, Perseroan menunjuk PT Danatama Makmur Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Periode penawaran awal (book building) akan berlangsung pada tanggal 18 Juni 2019, dengan perkiraan tanggal efektif pada 27 Juni 2019. Adapun penawaran umum akan ilaksanakan pada 2-3 Juli 2019 dan pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 9 Juli 2019.

Perseroan berencana mengalokasikan dana hasil IPO sebesar Rp 100.000.000.000 untuk pembelian lahan potensial di daerah Jawa Barat. Sisanya akan dipergunakan untuk modal kerja untuk operasional Perseroan dan/atau entitas Anak yaitu PT Padjadjaran Raya dalam bentuk penyertaan modal.

Pendapatan usaha perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 adalah sebesar Rp 170 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp 138 miliar atau sebesar 424,71% dari pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 sebesar Rp 32 miliar. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya penjualan tanah, juga adanya penjualan unit rumah dan pendapatan dari hotel.

Laba tahun berjalan perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 adalah sebesar Rp 13 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp 2 miliar atau sebesar 18,61% dari laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 sebesar Rp 1 miliar. Hal ini terutama disebabkan sebagai dampak langsung dari penjualan yang meningkat.


Jumlah aset perseroan pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 1.227 miliar, meningkat sebesar Rp 70 miliar atau 6,02% dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2017 sebesar Rp 1.158 miliar. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan nilai piutang usaha atas penjualan tanah.

Saat ini, DMS melalui Entitas Anak telah memiliki persediaan tanah yang sedang dan akan dikembangkan, antara lain:

1. Tanah seluas 1,8 hektar yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan yang sedang dikembangkan menjadi rumah tapak melalui Entitas Anak DMS Graha

2. Tanah seluas 49,2 hektar yang berlokasi di Samarinda yang rencananya akan dikembangkan rumah tapak dan area komersial melalui Entitas Anak DMSPS

3. Tanah seluas 1,4 hektar yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan yang rencananya akan dikembangkan menjadi apartemen melalui Entitas Anak DMS Laguna. (das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com