Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 20 Mar 2020 15:14 WIB

Dolar AS Tembus Rp 16.000, Garuda Paling Kena Dampak

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Ilustrasi Garuda Indonesia Foto: Ilustrasi Garuda Indonesia (Shinta/detikTravel)
Jakarta -

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah telah menembus Rp 16.000 terkena dampak virus corona. Dolar yang semakin perkasa memberi dampak ke perusahaan BUMN.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, BUMN yang paling terdampak penguatan dolar AS ialah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Terutama, dari sisi utang.

Kondisi Garuda semakin berat karena penyetopan sementara umrah dan larangan terbang ke Australia.

"Kalau utang tentu ada satu perusahaan yang kondisinya hari ini kembali berat secara industri yaitu di penerbangan kalau itu global semua orang bisa lihat, bukan sesuatu yang ditutupi. Apalagi, mohon maaf, umrah tidak ada, Australia menutup pasti Garuda sangat terdampak," kata Erick dalam teleconference, Jumat (20/3/2020).

Meski begitu, Erick mengatakan, sudah mengantisipasi sejak 1,5 bulan lalu. Negosiasi utang dilakukan secara menyeluruh.

Erick sendiri belum bisa membeberkan hasil dari langkah penanganan Garuda itu.

"Kita dari 1,5 bulan sudah negosiasi secara menyeluruh bukan negosiasi hal ini itu, tapi menyeluruh Garuda-nya," katanya.

"Bagaimana bank-bank Himbara juga membantu sektor hotel, restoran saya juga bicara penerbangan, Ini hal antipasi hasilnya belum bisa saya kasih tahu," terangnya.



Simak Video "Rupiah Keok Dihajar Dolar AS, Tembus Rp 14.500"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com