Dibayangi Kasus Corona, IHSG Masih Bisa Menguat

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2020 09:07 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini menguat di zona hijau. Setelah sempat anjlok pada perdagangan kemarin, IHSG pagi ini menguat 28 poin (0,5%) ke level 4.871.

Pada pra perdagangan tadi, IHSG sudah berada di zona hijau dengan menguat 25 poin (0,52%) ke level 4.867.

Kemudian pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 JATS, IHSG kembali menguat 28 poin (0,59%) ke level 4.871. Sementara indeks LQ45 juga ikut menguat 5 poin (0,7%) ke level 745.

Sementara itu, bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 26,815.44 (+0.20%), NASDAQ ditutup 10,672.27 (-0.37%), S&P 500 ditutup 3,246.59 (+0.30%).

Bursa saham US ditutup menguat setelah beberapa data ekonomi US telah diumumkan seperti klaim pengangguran yang tercatat sebanyak 870.000 pada bulan Agustus 2020, lebih tinggi daripada perkiraan di level 845.000 yang dianggap oleh investor bahwa ekonomi US semakin membaik meskipun kasus COVID-19 masih terus meningkat.

Namun, The Fed mengatakan bahwa ekonomi masih memiliki risiko melemah bila bantuan ke rumah tangga di US masih belum juga disepakati senat. Bursa saham Asia dibuka menguat mengikuti bursa saham di US. Investor masih terus mengamati perkembangan potensi stimulus covid-19 di US sebesar US$ 2,4 tn.

Berikut pergerakan Bursa Asia pagi ini:

Indeks Nikkei 225 menguat 159 ke 23.247
Indeks Hang Seng menguat 114 poin ke 23.425
Indeks Shanghai bertambah 1 poin ke 3.224
Indeks Strait naik 12 poin ke 2.468

(fdl/fdl)