Alasan Gojek Kempit 22% Saham Bank Jago Terungkap

Danang Sugianto - detikFinance
Sabtu, 19 Des 2020 09:45 WIB
Logo baru Gojek
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta -

Misteri tentang siapa sosok yang memborong saham PT Bank Jago Tbk di pasar negosiasi akhirnya terjawab. Sesuai dengan rumor pasar, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek memborong saham bank digital tersebut.

Perusahaan super aplikasi itu kini menjadi pemegang 22% saham bank digital itu. Meski begitu transaksi ini tidak mengubah pengendalian saham di Bank Jago.

PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) dan Wealth Track Technology (WTT) tetap sebagai pemegang saham pengendali dengan total kepemilikan saham 51%.

"Investasi di Bank Jago merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang akan memperkuat pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis Gojek ke depannya. Kemitraan dengan Bank Jago adalah sebuah pencapaian baru bagi Gojek dalam menyediakan berbagai solusi dari masalah sehari-hari melalui teknologi. Bank berbasis teknologi seperti Bank Jago akan memperkuat ekosistem Gojek sekaligus akan membuka akses yang lebih luas kepada layanan perbankan digital bagi masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi kedua perusahaan untuk mendorong percepatan inklusi keuangan di Indonesia," kata Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo dalam keterangan tertulis, Jumat (18/12/2020).

Menurut Andre dengan akuisisi itu maka Gojek bisa berkolaborasi dengan Bank Jago untuk menyediakan cara baru dalam menawarkan layanan keuangan kepada para pengguna Gojek. Melalui kolaborasi ini, menurutnya Gojek juga dapat mengembangkan model agar bisa bermitra dengan berbagai institusi perbankan lainnya.

"Kami ingin terus meningkatkan kerja sama seperti ini, agar aplikasi Gojek dapat semakin menjadi andalan masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan finansial mereka," tambahnya.

Perusahaan mengatakan tujuan utama dari kolaborasi strategis ini adalah menyediakan layanan perbankan digital melalui platform Gojek, sehingga jutaan pelanggan Gojek dapat membuka rekening Bank Jago dan mengelola keuangan lebih mudah lewat aplikasi Gojek. Kolaborasi ini juga membuka potensi kerja sama dengan berbagai institusi keuangan dan perbankan lain untuk mendukung mereka menjangkau lebih banyak konsumen.

Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar menambahkan, pihaknya mengaku bangga dan sangat menantikan untuk bisa bekerja sama dengan Gojek yang memiliki jutaan konsumen dan mitra usaha di seluruh Indonesia.

"Kami akan saling melengkapi karena Bank Jago memiliki pengalaman dan keahlian dalam memahami kebutuhan finansial masyarakat Indonesia. Kolaborasi strategis antara Bank berbasis teknologi seperti Jago dan super-app seperti Gojek merupakan yang pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. Kolaborasi mendalam ini akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dan bisa terus menjadikan Indonesia tuan rumah di negeri sendiri," tuturnya.

(das/ara)