BEI Pelototi Upaya Bakrie Telecom Perbaiki Keuangan Sebelum Didepak

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 20 Jan 2021 17:36 WIB
Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/11/2016). IHSG ditutup meroket hingga 1,57%.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau upaya PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dalam memperbaiki kinerja keuangannya. Jika dirasa tidak sesuai BEI akan mendepak saham BTEL dari pasar modal.

Saham BTEL sendiri sudah disuspensi hampir 2 tahun berturut-turut, yang berarti hampir memenuhi syarat untuk di-delisting. BEI mengumumkan bahwa saham BTEL sudah dibekukan selama 20 bulan dari 27 Mei 2019.

Pembekuan saham BTEL akan mencapai 24 bulan atau 2 tahun penuh pada 27 Mei 2020. Potensi delisting itu tertuang dalam Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham.

Pada Ketentuan III.3.1.2 berbunyi BEI dapat menghapus saham perusahaan tercatat apabila saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan perseroan sendiri telah mempublikasikan rencana upaya perbaikan pada tanggal 14 Agustus 2020. Pada intinya Bakrie Telecom melalui entitas anaknya akan masuk ke beberapa bisnis baru yang telah direncanakan sampai dengan tahun akhir tahun 2021 ini.

"Selanjutnya pada tanggal 17 Januari 2021, Perseroan juga telah mempublikasikan Laporan Keuangan periode 30 September 2020 (audited) yang mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian," tuturnya kepada awak media, Rabu (20/1/2021).

Nyoman menambahkan, saat ini BEI tengah melakukan evaluasi lebih lanjut terkait kesesuaian laporan keuangan perseroan dengan standar pelaporan yang berlaku. Selain itu BEI juga memantau upaya konkrit Bakrie Telecom untuk mempertahankan keberlangsungan usaha (going concern).

"Bursa juga masih menunggu penyelesaian beberapa kewajiban Perseroan (Bakrie Telecom) kepada Bursa, sehingga Bursa belum dapat melakukan pembukaan penghentian sementara perdagangan (unsuspensi) efek Perseroan," tegasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2