Hati-hati! Ada Modus Investasi Saham Berujung Pembobolan Rekening

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 13 Feb 2021 18:00 WIB
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit pada perdagangan Selasa (5/1/2021) gegara Raffi Ahmad dan Ari Lasso mempromosikannya.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna

Setelah itu, sang penipu mengatakan verifikasi gagal. Sang penipu meminta Adinda untuk memberikan rekening bank lain yang dimilikinya. Adinda sempat curiga dan mengatakan dirinya hanya memiliki satu rekening. Namun, sang penipu mengetahui bahwa sebenarnya Adinda memiliki dua rekening bank lain.

"Kayaknya dia sudah hack Gmail dan nomor ponsel saja. Jadi ketahuan saya punya rekening bank lain. Dia mengancam saya untuk tidak mempersulit. Saya bingung, kan saya sudah transfer Rp 5 juta. Nah kayaknya pas dia meminta-minta rekening lain yang saya miliki, dia sambil mentransfer saldo rekening BCA saya ke rekeningnya," tutur Adinda.

Setelah itu, Adinda mengaku tak bisa mengakses mobile banking BCA miliknya. Ia pun mencoba membuka internet banking, dan ternyata saldo rekeningnya sudah dikuras sang penipu.

"Pas saya buka saldo itu tinggal Rp 53.000. Jadi dia sudah transfer semua uang saya ke rekening dia, di situ saya langsung menjerit. Minta ke orang itu untuk mengembalikan uang saya. Tapi saya diblokir," paparnya.

Adinda mengaku, dirinya kehilangan Rp 12,5 juta dari rekening tabungannya. Setelah itu, ia pun langsung mendatangi kantor cabang BCA dekat tempat tinggalnya, dan membuat laporan. Ia juga mendatangi kantor cabang BRI Syariah untuk membuat laporan dan memeriksa rekening yang digunakan penipu untuk menampung uang dari rekening Adinda.

"Dari BCA saya ke BRI Syariah. Karena yang saya kirim itu ke BRI Syariah, terus saya lapor pengaduannya. Katanya setelah dicek no rekeningnya orangnya ada di Singkawang, Kalimantan Barat. Kalau nomor rekeningnya atas nama Sri Endang Kurniati," papar dia.

Ia juga mengadukan kasus ini ke Polres Jakarta Barat. Menurutnya, hingga saat ini laporannya masih dalam proses. "Kemarin sudah dibuat laporan pengaduan," kata Adinda.

Dirinya sudah mencoba menghubungi akun Telegram sang penipu, sayangnya, menurut Adinda sang penipu sudah tak lagi menggunakan akun tersebut. Namun, menurutnya sang penipu masih aktif di Telegram dengan membuat akun baru

"Dia sudah buat akun Telegram lainnya, ganti username jadi Timothyronald02. Saya nggak berani coba yang kedua ini. Baru-baru ini saya handphone saya disadap, dan kayaknya pelakunya sama. Gmail saya juga mau dia bobol, dia coba-coba ambil untuk dipakai di ponsel dia. Untungnya saya dapat informasi dari Google, jadi akun saya masih saya pegang," pungkasnya.


(vdl/ara)