Siap-siap Go Public, Ant Group Setop Buyback Saham Karyawan yang Hengkang

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 02 Mar 2021 17:26 WIB
Jack Ma menghilang dari pandangan publik. Sebelumnya pemilik Alibaba dan Ant Group itu mengkritik regulator China pada konferensi di Shanghai pada Oktober 2020.
Pemilik Alibaba, Jack Ma. Foto: AP Photo
Jakarta -

Fintech asal China, Ant Group Co. dikabarkan menangguhkan program pembelian kembali saham kepada pekerjanya. Hal itu dilakukan karena perusahaan afiliasi Alibaba Group itu tengah bersiap-siap lagi untuk melakukan penawaran perdana umum (IPO).

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (2/3/2021) Pimpinan Ant Group Eric Jing mengatakan rencana itu merupakan sebuah solusi likuiditas jangka pendek untuk karyawan. Rencana itu menurut sumber akan dilakukan pada April hingga Juli mendatang.

Langkah tersebut menggarisbawahi dua tantangan yang dihadapi Ant. Pertama, masa depan raksasa fintech ini masih diselimuti keraguan karena kurangnya kejelasan peraturan yang sedang berlangsung, dan risiko ketidakpuasan karyawan meningkat.

Keraguan itu akan memperburuk prospek perusahaan yang tengah diawasi secara ketat oleh regulator China. Kegagalan IPO Ant Group juga telah banyak merugikan investor.

Analis Bloomberg Intelligence Francis Chan, misalnya, telah menurunkan estimasi valuasi Ant tiga kali sejak IPO dibatalkan. Dia sekarang mematok kekayaan bersih perusahaan kurang dari US$ 108 miliar, sekitar 60% lebih rendah dari tingkat yang disebutkan oleh rencana pencatatan Ant pada bulan November.

Beberapa karyawan Ant Group yang bergabung dengan perusahaan menjelang IPO tahun lalu yang gagal pun telah berhenti. Sementara yang lainnya ada yang menetap dan menekan keuangannya demi membiayai beban finansial mereka sembari berharap IPO bisa dilakukan lagi.

Sebelum program pembelian kembali saham Ant dihentikan, karyawan yang keluar akan menjual saham kembali ke perusahaan dengan penilaian yang sejalan dengan putaran pendanaan terbaru perusahaan, sementara karyawan yang ada dapat berpartisipasi dalam putaran pembelian kembali berkala, kata orang yang mengetahui masalah tersebut.



Simak Video "Setelah WeChat dan TikTok, Trump Akan Blokir Ant Group"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)