Debut di Wall Street, Valuasi Coinbase Kini Tembus Rp 1.458 T

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 16 Apr 2021 11:50 WIB
A bitcoin (virtual currency) coin placed on Dollar banknotes, next to computer keyboard, is seen in this illustration picture, November 6, 2017. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Ilustrasi/Foto: Reuters
Jakarta -

Rekor gila-gilaan yang dicatatkan berbagai mata uang kripto beberapa waktu terakhir membuat Coinbase jadi perhatian utama kalangan investor di Wall Street. Hal itu terlihat dari nilai pasarnya yang terus naik.

Dilansir dari CNN, Jumat (16/4/2021), kini nilai pasar perusahaan jual beli bitcoin itu sudah tembus US$ 100 miliar atau setara Rp 1.458 triliun (kurs Rp 14.583/US$). Padahal baru go public pada Rabu (14/4) sore.

Dalam penutupan perdagangan Rabu kemarin, harga saham dengan kode emiten 'COIN' itu sekitar US$ 328,28 atau Rp 4,8 juta, memberi nilai perusahaan hampir US$ 86 miliar atau setara Rp 1.254 triliun.

Pemilik New York Stock Exchange Intercontinental Exchange (ICE) bernilai US$ 67 miliar atau setara Rp 977 triliun, sedangkan grup yang memiliki London Stock Exchange (LDNXF) bernilai US$ 59 miliar atau setara Rp 860,40 triliun.

Cryptocurrency seperti bitcoin telah meroket nilainya tahun ini karena mereka mendapatkan penerimaan yang lebih luas. Tesla mulai menerima pembayaran bitcoin untuk mobilnya dan sekarang memegang beberapa mata uang digital di neracanya.

Pemroses pembayaran seperti PayPal (PYPL), Mastercard (MA) dan Visa (V) mencoba menormalkan pembayaran kripto di jaringan mereka, sementara BNY Mellon mengambil langkah hingga klien dapat memegang aset kripto.

"Ini adalah permulaan dan pasar mempercayainya," kata CEO Voyager Digital, Steve Ehrlich.

Debutnya telah membuat banyak orang menjadi sangat kaya. Pada harga penutupan perdagangan Rabu kemarin, 39,6 juta saham CEO Coinbase Brian Armstrong bernilai hanya di bawah US$ 13 miliar atau setara Rp 159,58 triliun.

Managing Partner Initialized Capital, Garry Tan berinvestasi di perusahaan tersebut ketika didirikan pada tahun 2012. Dia mengatakan bahwa investasi pertama perusahaannya sekitar US$ 300.000 atau setara Rp 4,37 juta pada saat itu, sekarang bernilai lebih dari US$ 2 miliar atau setara Rp 29,16 triliun, meningkat lebih dari 6.000%.

(aid/eds)