Bisnis Logistik JD.com Mau IPO, Bidik Dana Rp 48 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 17 Mei 2021 09:45 WIB
Imbas Virus Corona yang merebak dan menelan ratusan korban jiwa kini mulai menggoyang ekonomi China dan beberapa negara di Asia seperti Jepang. Pasar saham China pun ambruk sejak pembukaan perdagangan.
Ilustrasi/Foto: AP Photo
Jakarta -

JD Logistics berencana melakukan penawaran umum perdana atau IPO di Hong Kong. Perusahaan berencana mengumpulkan dana IPO sebesar US$ 3,4 miliar setara Rp 48 triliun (kurs Rp 14.192).

Dikutip dari CNBC, Senin (17/5/2021) Rencananya, cabang logistik JD.com itu akan menetapkan harga sahamnya antara 39,36-43,36 dolar Hong Kong. Hal itu tercatat dalam pengajuan perusahaan.

JD Logistics akan menjual 609,1 juta saham dalam kesepakatan itu yang merupakan 10% dari total saham perusahaan. IPO JD Logistics diharapkan oleh para analis menjadi barometer minat investor terhadap penjualan saham utama.

Perusahaan juga diprediksi bernilai US$ 34 miliar. Dalam rencana IPO JD Logistics, perusahaan berhasil menggaet perusahaan besar Vision Fund SoftBank Group dan Temasek. Untuk Temasek sendiri telah mengambil saham US$ 1,53 miliar, atau 45% dari IPO.

Harga akhir akan ditetapkan pada hari Jumat dan saham akan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Hong Kong pada 28 Mei. JD Logistics mengatakan 55% dari dana yang terkumpul akan digunakan untuk meningkatkan jaringan logistiknya dalam 12 hingga 36 bulan ke depan, sementara 20% lainnya akan digunakan untuk pengembangan teknologi.

Sebagai informasi, JD.com memisahkan unit logistiknya menjadi entitas mandiri pada tahun 2017 dan kemudian membuka layanan pengiriman dan pergudangannya kepada perusahaan pihak ketiga.

Pada kuartal I-2021 ini, JD Logistics mencatat pendapatan US$ 3,5 miliar, naik 64,1% dari periode yang sama pada tahun 2020. Laba kotor untuk kuartal tersebut mencapai US 35,8 juta, turun 72,7% dari tahun lalu. Penurunan itu disebut karena yang dampak pandemi dan menambahkan 60.000 pekerja selama tahun itu.

Tonton juga Video: Demam Investasi saat Pandemi, Ada yang Untung dan Merugi

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)