Bagaimana Rencana Indosat Merger dengan Tri? Ini Kabar Terbarunya

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2021 19:50 WIB
indosat ooredoo hutchinson 3 indonesia
Foto: detikcom
Jakarta -

Penjajakan kesepakatan Indosat merger dengan Tri sudah santer terdengar di Tanah Air. Namun hingga akhir Juli 2021, PT Indosat Tbk (ISAT) masih belum memberikan informasi terbaru mengenai kelanjutan proses merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri).

Rencana Indosat merger dengan Tri kembali dipertanyakan saat konferensi pers virtual kuartal II-2021. Namun, Senior Vice President (SVP) Head Corporate Communication Indosat, Steve Saerang belum dapat memberikan pernyataan resmi mengenai hal tersebut.

"Tunggu saja nanti ya, karena MoU-nya masih diperpanjang sampai 16 Agustus. Kita akan tunggu perkembangan dari shareholder, kalau ada update will share to you guys," ujar Steve, Kamis (29/7/2021).

Seperti diketahui, proses Indosat merger dengan Tri kembali tertunda setelah sebelumnya berakhir 30 April menjadi 30 Juni 2021. Akan tetapi, pembahasan merger tersebut tampak alot sehingga diperpanjang lagi sampai 16 Agustus 2021.

Pada akhir bulan Juni, Steve sempat menjelaskan, sesuai dengan pengumuman dari pemegang saham, telah terjadi diskusi lanjutan antar kedua belah pihak Ooredo dan CK Hutchison Holdings Limited untuk menuju ke arah yang lebih baik.

"Oleh karena itu, diperlukan waktu yang lebih panjang untuk melakukan finalisasi perjanjian antara kedua pihak, sehingga kedua pihak sepakat untuk memperpanjang masa eksklusivitas Memorandum on Understanding (MoU) tidak mengikat hingga 16 Agustus 2021," tutur Steve dikutip dari detikINET, Rabu (30/6) lalu.

CEO Tri Indonesia Cliff Woo pun mengatakan hal serupa. Menurutnya, dibutuhkan waktu pembahasan sampai kedua perusahaan menyatakan sepakat atau tidak mengenai merger Indosat-Tri Indonesia.

"Diskusi di antara para pemegang saham utama telah memasuki tahap lanjutan dan perpanjangan periode eksklusif ini akan memberikan waktu tambahan bagi kedua belah pihak untuk memfinalkan kesepakatan kombinasi bisnis," katanya.

Diketahui, Ooredoo memiliki sekitar 65% saham Indosat. Sementara di Indonesia, Hutchison memiliki Tri yang dikelola PT Hutchison 3 Indonesia. Jika terjadi kesepakatan, maka akan melibatkan penawaran tunai dan saham.

(ara/ara)