Tren Trading Saham Makin Menggeliat Kala Pandemi, Ini Buktinya

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2021 19:00 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 16 poin menutup perdagangan terakhir sebelum libur panjang Lebaran. Transaksi dilantai bursa sudah mulai sepi karena investor sudah merasakan euforia libur panjang, Jumat (2/8/2013).
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pandemi telah membuat banyak orang khususnya generasi muda lebih melek melihat beragam peluang investasi yang ada, salah satunya saham. Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang 2020 sampai dengan 19 November 2020, jumlah investor pasar modal Indonesia naik 42,19% menjadi 3.532.519 dari sebelumnya 2.484.354 pada akhir tahun 2019.

Menjawab peluang itu, perusahaan sekuritas anggota Bursa Efek Indonesia, PT Mahakarya Artha Sekuritas (kode broker XL), hari ini mengumumkan langkah perusahaan untuk merilis aplikasi trading saham Stockbit.

Direktur Mahakarya Artha Sekuritas, Megawati Soewardi mengatakan, Stockbit sebagai aplikasi trading saham akan memudahkan para investor dan trader di Indonesia untuk berdiskusi dan berinvestasi saham di dalam satu aplikasi.

"Visi kami untuk Stockbit adalah untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia melalui investasi di pasar modal. Dengan aplikasi Stockbit, pembukaan Rekening Dana Nasabah, transaksi jual-beli saham, dan pengelolaan dana dapat dilakukan 100% secara online dengan teknologi yang modern dan terpercaya. Selain itu, diskusi mengenai saham dapat dilakukan secara interaktif dari dan oleh investor. Pada akhirnya, para investor akan kian diuntungkan," kata Megawati.

Berdiri pada tahun 1989, Mahakarya Artha Sekuritas merupakan perusahaan sekuritas lokal yang memiliki izin perantara pedagang efek serta telah cukup berpengalaman dalam dunia pasar modal Indonesia. Megawati meyakini langkah perusahaan ini akan menawarkan solusi investasi yang mudah, aman, dan terpercaya bagi masyarakat.

Dengan ini, lanjut dia, para investor yang telah berinvestasi bersama Mahakarya Artha Sekuritas sebelumnya dan para pengguna Stockbit dapat membangun portofolio investasi mereka dengan menggunakan aplikasi Stockbit. Sementara itu, para investor baru juga dapat berinvestasi saham dengan menggunakan Stockbit.

Investasi saham melalui aplikasi Stockbit menawarkan beberapa fitur unggulan, di antaranya dapat menggunakan semua fitur yang ada pada aplikasi Stockbit secara gratis, dapat dilakukan tanpa deposit minimal serta pembukaan Rekening Dana Nasabah yang 100% online dan hanya membutuhkan satu hari kerja.

"Lewat fitur-fitur yang dihadirkan, kami berharap agar pengalaman pengguna dalam berinvestasi akan menjadi semakin nyaman," tambah Megawati.

Lebih lanjut, Megawati mengatakan bahwa di tengah upaya pemulihan perekonomian nasional yang gencar dilakukan pemerintah, meningkatkan investasi masyarakat di pasar modal merupakan salah satu kontribusi yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.

"Layanan perdagangan saham online yang modern, namun dihadirkan secara sederhana di aplikasi Stockbit, kami yakini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Fakta bahwa baru sekitar 2% penduduk Indonesia berusia produktif yang berinvestasi di pasar modal menjadi pekerjaan rumah kami untuk meningkatkannya," kata Megawati.

Sementara itu, menyikapi apa yang Megawati sampaikan, Pandu Sjahrir, Founding Partner dari AC Ventures, mengapresiasi langkah yang dinilainya bermanfaat ini.

"Penting sekali bagi para pemangku kepentingan di sektor jasa keuangan, khususnya yang terkait pasar modal, untuk meningkatkan minat masyarakat dalam berinvestasi sekaligus mengedukasi mereka. Saya mendukung langkah yang diambil oleh Mahakarya Artha Sekuritas karena ini semakin memudahkan masyarakat dalam memahami dan berinvestasi saham. Semoga langkah ini dapat mendukung Bursa Efek Indonesia dalam menjadikan investasi di pasar modal lebih inklusif," kata Pandu.

Di Indonesia, jumlah investor saham mencatatkan peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu. Di awal tahun 2016, jumlah investor saham tercatat sebanyak 434 ribu orang. Sementara di akhir Juli 2021, jumlahnya sebesar 2,56 juta.

(kil/dna)