Saham Perusahaan Tommy Soeharto Anjlok Sampai ARB, Layak Dikoleksi?

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 08 Sep 2021 20:20 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Saham Perusahaan Tommy Soeharto Anjlok Sampai ARB, Layak Dikoleksi?
Jakarta -

Di hari pertama melantai di pasar modal atau IPO, saham perusahaan distribusi gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) milik Tommy Soeharto yaitu PT GTS Internasional Tbk (GTSI) langsung anjlok hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB).

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada menilai, penurunan harga saham yang terjadi pada GTSI tersebut hanya bagian dari dinamika pasar, meskipun hal itu jarang terjadi di hari pertama perusahaan IPO.

"Kalau soal harga saham yang turun, saya melihat bagian dari dinamika pasar di mana hari ini banyak terjadi aksi jual, sehingga saham GTSI pun ikut terkena imbasnya. Sebenarnya kalau dibilang normal, ya jarang juga sih kejadian seperti itu. Pas kebetulan aja marketnya kurang oke jadinya kena imbas," kata Reza kepada detikcom, Rabu (8/9/2021).

Lebih lanjut, jika dilihat dari kegiatan usahanya, GTSI ini bergerak di bidang usaha Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Indonesia yang memiliki layanan terintegrasi. GTSI juga bergerak di bidang distribusi gas alam dan buatan, transportasi laut dalam negeri dan luar negeri untuk barang khusus dan aktivitas perusahaan holding.

Menurutnya, dengan adanya kebutuhan akan pengolahan gas dan distribusinya maka kebutuhan akan kapal untuk kegiatan FSRU akan semakin meningkat.

"Mereka ini kan termasuk penyedia kapal ya, shipping & logistic. Nanti yang bisa diperhatikan ke depannya ialah sustainability kontraknya untuk menjamin kinerja ke depannya," ujarnya.

Apakah saham perusahaan Tommy Soeharto ini layak dikoleksi? klik halaman berikutnya.

Ditanya soal prediksi berapa lama kondisi ARB ini akan bertahan di GTSI, Reza berujar tak dapat memprediksikan karena kondisi pasar saham yang dinamis. Akan tetapi, menurutnya, pasar akan sangat menantikan pemberitaan positif dari GTSI untuk menilai prospek saham ke depan.

"Tentunya pasar juga menantikan pemberitaan positif dari GTSI untuk menilai ke depan masih layak investasi atau tidak. Oleh karena itu, balik lagi ke fundamentalnya mereka. Kalau ke depan kontrak mereka bisa memberikan nilai tambah, maka GTSI akan layak menjadi salah satu target invest para pelaku pasar," pungkasnya.

(fdl/fdl)