Kode Broker Dihapus, Sekuritas Makin Rajin Keluarkan Riset?

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 08 Des 2021 15:14 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik melemah 0,07% atau 3,04 poin ke level 4.497,91 pada perdagangan Rabu (18/11/2015). Sementara HP Analytics mengemukakan indeks MSCI Asia Pacific dibuka menguat pagi tadi, didorong oleh penguatan pada saham di bursa Jepang. Mata uang yen melemah terhadap dolar menjelang pertemuan bank sentral Jepang (BOJ). Para investor juga menanti hasil minutes dari the Fed yang akan dirilis hari ini. IHSG hari  diperkirakan bergerak di kisaran 4.4534.545, Rabu (18/11/2015). Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Penutupan informasi kode broker selama jam perdagangan Bursa resmi dilakukan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai 6 Desember lalu. Co-Founder & CEO Ajaib Group Anderson Sumarli mengatakan, kebijakan ini akan mendorong perusahaan-perusahaan sekuritas untuk aktif mengeluarkan riset saham.

"Saya setuju ini (penutupan kode broker) akan mendorong para pelaku usaha pasar modal untuk lebih aktif melakukan riset terkait dengan fundamental saham. Di sisi lain, para pelaku usaha ini juga didorong untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan," ujar Anderson dalam keterangannya, Rabu (8/12/2021).

Menurut Anderson, hasil riset yang dikeluarkan perusahaan sekuritas akan memicu investor ritel untuk lebih mandiri dan mengerti proses berinvestasi di pasar modal. Apalagi, lanjut dia, sejak pandemi Covid-19, investor ritel khususnya milenial dan generasi Z sudah menyadari akan pentingnya kebebasan finansial.

"Mereka memiliki rasa keingintahuan yang cukup kuat, diiringi dengan niat dan minat yang besar untuk mendalami lebih lanjut edukasi sehubungan dengan literasi dan inklusi keuangan. Besar harapan saya, para investor pemula menjadi lebih kuat secara fundemental maupun teknikalnya," ucapnya.

Lebih lanjut lagi, Anderson menuturkan, pihaknya memahami bahwa kebijakan ini diterbitkan untuk meminimalisasi dan mencegah adanya aksi ikut-ikutan membeli saham tertentu dari satu investor dengan investor lain sehingga market conduct menjadi lebih baik.

"Oleh sebab itulah, kami menyadari pentingnya edukasi inklusi dan literasi keuangan ini dilakukan. Para pelaku industri dipacu untuk dapat memaksimalkan peningkatan literasi keuangan sehingga pemahaman para investor khususnya para investor pemula, menjadi lebih kuat secara fundemental maupun teknikalnya. Hal ini menjadikan keputusan investasi para investor sesuai dengan keputusan pribadi masing-masing," imbuhnya.

Hal yang senada juga disampaikan Analis Indo Premier Sekuritas Mino, yang mengatakan bahwa kebijakan penutupan kode broker yang dilakukan Bursa akan berdampak positif untuk membentuk kebiasaan baru bagi investor maupun trader.

"Penutupan kode broker akan berdampak positif untuk membentuk investor atau trader berkualitas, yaitu investor atau trader yang melakukan analisa dulu baik secara fundamental atau teknikal terhadap saham-saham yang menjadi incaran tidak sekedar ikut-ikutan (herding behavior)," pungkasnya.

Simak juga Video: Blak-Blakan Oscar Darmawan, Kripto Cuma Alternatif Investasi

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)