IHSG Merangkak Lagi, Mulai 'Pepet' Level 7.000

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 09:15 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
IHSG Hari Ini/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pagi hari ini dibuka menguat. IHSG sudah menguat sejak pra perdagangan di awal pekan hari ini.

Mengutip data RTI, Senin (23/5/2022), pada pra perdagangan IHSG sudah menguat dengan naik 12 poin atau 0,18% ke level 6.930. Indeks LQ45 juga ikut naik 2 poin atau 0,29% ke level 1.018.

Saat perdagangan resmi dibuka, IHSG masih menguat 21 poin atau 0,31% ke level 6.939. Indeks LQ45 naik 3 poin ke level 1.018. Pada pukul 09.05 JATS, IHSG menguat 9 poin dari perdagangan terakhir ke level 6.927.

Di sisi lain, berdasarkan riset Artha Sekuritas IHSG diprediksi Menguat terbatas. Secara teknikal candlestick membentuk higher high dan higher low mengindikasikan potensi penguatan. Pergerakan akan didorong rilis kinerja emiten per 1Q22. Perlu diwaspadai rentang penguatan mulai terbatas dan menguji resistance kuat moving average 50, apabila gagal menembus level ini IHSG berpotensi kembali melemah.

Sementara IHSG hari ini dibuka menguat, Bursa Amerika Serikat ditutup Bercampur. Dow Jones ditutup 31,261.90 (+0.03%), NASDAQ ditutup 11,354.62 (-0.30%), S&P 500 ditutup 3,901.36 (+0.01%). Wall Street ditutup mixed pada hari Jumat setelah sejumlah saham memerah. S&P 500 dan Nasdaq mencatat kerugian tujuh minggu berturut-turut dan menjadi penurunan beruntun terpanjang sejak berakhirnya gelembung dotcom pada tahun 2001. Kekhawatiran tentang lonjakan inflasi dan kenaikan suku bunga telah memukul pasar saham AS tahun ini, dengan sinyal bahaya dari Walmart Inc dan peritel lain pada minggu ini menambah kekhawatiran tentang ekonomi. S&P 500 menghabiskan sebagian besar sesi di wilayah negatif dan pada satu titik sempat turun lebih dari 20% dari rekor penutupan tertinggi pada 3 Januari lalu, sebelum berakhir melemah 18%.

Artha Sekuritas Portfolio

INDF (HOLD), HMSP (HOLD), BBRI (Spec BUY), ASII (BUY), BSDE (Spec BUY)

BBNI, DMAS, DSNG, ERAA, KLBF

Itulah data IHSG hari ini.

(fdl/fdl)