Emiten Ternak CPIN Rogoh Belanja Modal Rp 2,5 T, 50% buat Rumah Potong

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 15:10 WIB
Kandang broiler closed house adalah kandang tertutup yang menjamin keamanan secara biologis atau kontak dengan organisme lain. Dengan pengaturan ventilasi udara yang baik maka dapat mengurangi stres pada ternak.
Ilustrasi (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Jakarta -

Konsumsi masyarakat diramal mulai pulih setelah beragam pembatasan yang dilakukan pemerintah telah dilonggarkan seiring dengan mulai redanya pandemi virus Corona yang melanda dunia termasuk Indonesia dalam 2 tahun terakhir ini.

Merespons meningkatnya konsumsi masyarakat, sektor industri juga mulai menata diri untuk kembali menggenjot produksi. Salah satunya seperti yang dilakukan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,5 triliun di tahun 2022.

Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Tjiu Thomas Effendy merinci, dari Rp 2,5 triliun anggaran belanja modal tadi, sekitar 50%-nya akan digunakan untuk menggenjot kapasitas pengolahan produk unggas. Selanjutnya, 30% akan digunakan untuk feedmill dan 20% untuk peternakan unggas.

Lebih lanjut Thomas menjelaskan bahwa emiten peternakan itu tengah fokus untuk menambah rumah potong hewan unggas (RPHU) guna menggenjot produksi dari sisi hilir. Sedikitnya, ada 11 unit RPHU yang tengah dibangun sejak tahun 2021 dan diharapkan rampung pada Juli 2022 ini.

"Saat ini baik untuk kapasitas feedmill maupun perunggasan relatif masih aman. Nah, yang harus kami kejar sekarang adalah kapasitas pemotongan ayam dan pemprosesan makanan siap saji," terangnya dalam paparan publik, Senin (23/5/2022).

Di sisi pemasaran, CPIN juga terus menambah gerai ritel dan kemitraan untuk memperluas pemasaran.

Selanjutnya dari bisnis peternakan unggas ditargetkan mampu naik 10%, dan penjualan ayam siap potong bisa tumbuh 15% dari tahun lalu.

Sementara itu, CPIN memasang target pendapatan lebih tinggi untuk produk olahan unggas yakni sebesar 20%.

"Untuk laba bersihnya kami juga optimis, kami targetkan bisa tumbuh 30% dari tahun lalu," tandasnya.

(dna/das)