ADVERTISEMENT

Cadev Turun Lagi Jadi US$ 130,2 M, Dipakai buat Bayar Utang dan Jaga Rupiah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 07 Nov 2022 10:34 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali naik tinggi, mendekati Rp 15.300. Per siang ini pukul 14.45 WIB, dolar AS tercatat tembus ke level Rp 15.265.
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2022 sebesar US$ 130,2 miliar. Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi pada akhir US$ 130,8 miliar.

Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan mengungkapkan penurunan posisi cadangan devisa pada Oktober 2022 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (7/11/2022).

Junanto menyebutkan posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Dia menambahkan, BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung proses pemulihan ekonomi nasional," ujar dia.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT