Sebut Pondasi RI Bagus Saat IHSG Jeblok, Purbaya: Ekonomi Tumbuh Kencang

Sebut Pondasi RI Bagus Saat IHSG Jeblok, Purbaya: Ekonomi Tumbuh Kencang

Herdi Alif Al Hikam, Retno Ayuningrum - detikFinance
Senin, 18 Mei 2026 12:49 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memimpin sidang debottlenecking Satgas P2SP soal proyek SEL Makassar.
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memimpin sidang debottlenecking Satgas P2SP soal proyek SEL Makassar. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pondasi ekonomi Indonesia sudah baik. Hal ini disampaikan Purbaya di tengah melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sudah menyentuh level 6.400 dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Purbaya mengatakan ada yang menyebut Indonesia bisa kembali ke krisis ekonomi 1998 karena melihat pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurut Purbaya, kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini jauh berbeda dan jauh lebih baik bila dibandingkan dengan krisis moneter yang terjadi pada 1998.

"Kalau rupiah melemah seolah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda 1998 itu kebijakannya salah," ujar Purbaya di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, kondisi ekonomi saat itu jauh berbeda dengan saat ini. Sebelum badai krisis memuncak pada 1998, perekonomian Indonesia sebenarnya sudah menunjukkan perlambatan hingga akhirnya terperosok ke dalam jurang resesi sejak tahun 1997. Ditambah lagi, adanya kekeliruan dalam pengambilan kebijakan moneter dan fiskal saat itu memperparah dampak hantaman krisis eksternal.

ADVERTISEMENT

"Kita kan sekarang belum resesi. Ekonomi masih tumbuh kencang, jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semua," tambah Purbaya.

Ia memastikan pemerintah akan terus bersiaga menjaga stabilitas domestik. Fokus utama otoritas fiskal saat ini adalah memperkuat benteng pertahanan ekonomi makro agar gejolak jangka pendek di pasar keuangan tidak sampai menghentikan roda aktivitas sektor riil.

"Kan pondasi ekonominya kan bagus, itu masalah sentimen jangka pendek aja. Jadi, saya akan fokus jaga pondasi ekonomi dengan memastikan pembangunan ekonomi tidak terganggu," tambahya.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads