Purbaya Ngaku Ditanya Prabowo Kondisi Ekonomi, Dijawab Bagus Nggak Ada Masalah

Purbaya Ngaku Ditanya Prabowo Kondisi Ekonomi, Dijawab Bagus Nggak Ada Masalah

Herdi Alif Al Hikam, Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 18 Mei 2026 19:23 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa salah satu menteri dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.Foto: (Firda Cynthia Anggrainy Al Djokya/detikcom)
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan hasil pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).

Purbaya mengatakan pemanggilan dirinya ke Istana itu tidak membahas secara spesifik soal nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menembus level Rp 17.600. Namun, ia mengatakan Prabowo sempat menyinggung hal tersebut.

Ia mengatakan pembahasan tadi mengenai kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak, tidak soal Rupiah. Kalau Rupiah cuma ditanya gimana kondisi ekonomi, bagus, anggaran juga bagus, nggak ada masalah, fondasi ekonomi benar-benar bagus. Tinggal nanti sosialisasi lebih bagus ke pasar, ke investor itu seperti apa. Gitu saja," ujar Purbaya usai rapat.

Saat ditanya soal apa yang bakal dilakukannya dalam meredam melemahnya Rupiah, Purbaya mengatakan pemerintah sudah melakukan intervensi pasar obligasi. Jumlahnya Rp 2 triliun per hari.

ADVERTISEMENT

Purbaya mengklaim dalam beberapa waktu dekat Rupiah bakal kembali menguat.

"Kita sudah masuk ke bond market bertahap ya. Asing juga sudah masuk juga, jadi harusnya sih ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil. Saya akan masuk setiap hari di bond market. Saya minta masuk 2 triliun setiap hari," jelas Purbaya.

Purbaya menjelaskan dana yang digelontorkan ke pasar obligasi itu berasal dari pengelolaan kas pemerintah, termasuk Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang nilainya mencapai Rp 420 triliun.

"Kan kita masih punya beberapa tempat kan. Itu kan hanya cash management saja, jadi nggak masalah, kan uangnya nggak hilang. Cuma diputar saja supaya ada sedikit sentimen positif di pasar obligasi," terangnya.

"Biasanya kalau sentimen positif di situ, biasanya asing juga ikut masuk dan Rupiah cenderung terkendali karena uangnya nggak keluar lagi. Yang asing nggak jual bond dan kabur keluar karena bond-nya stabil harganya. Artinya kalau stabil kan kalau yield-nya turun, kita targetkan bisa turun. Kalau yield-nya turun kan berarti harga bond-nya naik. Nanti ada potensi capital gain. Jadi harusnya pasar bond kita menarik," sambung Purbaya

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads