Follow detikFinance
Selasa 14 Nov 2017, 16:51 WIB

Antam Cs Nanti Bukan Lagi BUMN, Ini Untung-Ruginya

Danang Sugianto - detikFinance
Antam Cs Nanti Bukan Lagi BUMN, Ini Untung-Ruginya Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - PT Timah Tbk (TINS), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM/Antam) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan melebur ke dalam holding BUMN Tambang. Nantinya PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) akan menjadi induknya.

Ketiga BUMN yang sahamnya tercatat di pasar modal itupun akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna meminta persetujuan akan hal tersebut dan merubah status persero menjadi non-persero. Itu artinya Timah, Antam dan PTBA tak lagi berstatus BUMN tapi anak usaha BUMN.

Menurut Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio ada beberapa dampak positif bagi 3 BUMN tersebut yang akan mengubah statusnya menjadi non-persero. Mereka akan lebih bebas dalam melakukan strategi bisnis maupun aksi korporasi lainnya, karena tidak terikat birokrasi seperti ketika menjadi BUMN.

"Dikatakan perseronya jadi bukan persero, itu supaya dia bebas dalam bergerak. Melepas birokrasinya. Kalau persero harus ke DPR dan lainnya. Kan kalau sekarang izinya hanya ke holding-nya," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Selasa (14/11/2017).

Menurut Tito tentunya hal tersebut menjadi positif bagi 3 perusahaan tersebut. Mereka akan lebih lincah dalam berorganisasi menjalankan perusahaannya.

"Kelincahan organisasi akan berjalan," tandansya.

Senada dengan Tito, Analis First Asia Capital David Sutyanto juga berpendapat sama. Sebab ketika menjadi BUMN maka perusahaan tersebut terikat kewajiban untuk meminta izin dari pemerintah hingga DPR dalm melakukan aksi korporasi, sehingga sulit untuk bermanuver bisnis.

"Misalnya IPO, BUMN itu butuh 5-6 tahun, anak BUMN hanya 2 tahun. Ada 30 tahap jika mau IPO, anak BUMN hanya separuhnya. Kalau jadi anak BUMN kan nanti dia hanya minta izin ke Inalum. Sedangkan Inalum mau apa-apa izin ke yang punya itu pemerintah," tuturnya.


Lalu, ketiga perusahaan tersebut juga akan lebih teratur dalam menjalankan bisnis. Sebab Inalum selaku holding akan mengatur pergerakan bisnis dari ketiga perusahaan tersebut. Sehingga tidak akan ada persaingan di antara ketiganya.

Namun kerugiannya, hak istimewa atau privilege selaku BUMN yang tadinya dimiliki akan luntur. Mereka tidak lagi mendapatkan keuntungan dengan mendapatkan proyek-proyek dari pemerintah.

"Dia akan kehilangan privilege-nya sebagai BUM. Tapi toh selama ini BUMN mereka dapatt proyek pemerintah tapi munusnya sulit bermanuver," pungkasnya.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed