Follow detikFinance
Rabu 14 Feb 2018, 13:05 WIB

Jeda Siang, IHSG Stagnan Cenderung Melemah

Dana Aditiasari - detikFinance
Jeda Siang, IHSG Stagnan Cenderung Melemah Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif siang ini. Pada penutupan perdagangan sesi pertama siang atau jeda siang ini, IHSG parkir di zona merah pada rentang yang sangat tipis cenderung stagnan.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat. Dolar AS berada di posisi Rp 13.620, dibanding posisi kemarin di 13.637.

Pada perdagangan preopening, IHSG melemah tipis 1,067 poin (0,02%) ke level 6.577,111. Indeks LQ45 turun tipis 0,267 poin (0,02%) ke level 1.108,965

Membuka perdagangan, Rabu (14/2/2018), IHSG berbalik menguat 10,914 poin (0,17%) ke level 6.589,092. Indeks LQ45 naik 1,468 poin (0,13%) ke 1.110,700.

Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG masih menguat 17,876 poin (0,27%) ke level 6.596,054. Sementara indeks LQ45 naik 2,735 poin (0,25%) ke 1.111,967.

Pada jeda siang, IHSG stagnan. IHSG turun tipis 1,105 poin (0,02%) ke 6.577,073. Indeks LQ45 melemah 1,756 poin (0,16%) ke 1.107,476.

Posisi tertinggi yang sempat dicatatkan IHSG siang ini berada di 6.599,312 dan terendah di 6.572,500. Perdagangan saham berlangsung moderat dengan frekuensi perdagangan saham mencapai 193.712 kali transaksi sebanyak 6,6 miliar lembar saham senilai Rp 3,2 triliun.

Pelemahan IHSG berhasil ditahan berkat menguatnya 7 sektor saham. Penguatan dipimpin sektor industri dasar yang naik 0,77%. Sementara ini, ada 175 saham yang menguat, 147 saham melemah dan 118 saham stagnan.

Sementara itu, Wall Street masih menguat. Indeks saham Amerika Serikat (AS) mencatat kenaikan dalam tiga hari perdagangan berturut-turut.

Dow Jones Industrial Average akhirnya menguat 39 poin atau 0,16% ke 24.640,45 setelah sempat turun hingga 180 poin. Indeks S&P 500 menguat 0,26% ke 2.662,94. Sedangkan Nasdaq Composite kembali ke atas level 7.000 dengan kenaikan 0,45% ke 7.013,51. Hari ini, AS akan merilis angka inflasi.

Angka inflasi ini penting untuk menimbang kenaikan suku bunga acuan yang diramal terjadi bulan depan. Jika inflasi berjalan sesuai rencana maka kemungkinan besar tingkat suku bunga akan dinaikkan. Inflasi Januari 2018 di AS diperkirakan 0,3% (mom) naik dari Desember 2017 0,1%.

Bursa-bursa Asia siang ini kompak berada di zona positif. Hanya bursa saham Jepang yang terjungkal di zona negatif. Berikut situasi di bursa regional siang hari ini:
  • Indeks Nikkei melemah 62,930 poin (0,30%) ke level 21.180,199
  • Indeks Hang Seng menguat 378,959 poin (1,29%) ke level 30.202,270
  • Indeks Komposit Shanghai bertambah 7,920 poin (0,25%) ke level 3.192.510.
  • Indeks Strait Times naik 2,440 (0,10%) ke level 3.418,180.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Adira Dinamika (ADMF) naik Rp 300 ke Rp 9.025, Prima Cakrawala (PCAR) naik Rp 300 ke Rp 2.530, United Tractors (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 37.900 dan Indah Kiat (INKP) naik Rp 200 ke Rp 8.350.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 79.450, Indocement Tunggal (INTP) turun Rp 325 ke Rp 20.775, Matahari (LPPF) turun Rp 275 ke Rp 10.400 dan Unilever (UNVR) turun Rp 275 ke Rp 54.650. (dna/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed