Follow detikFinance
Jumat 17 Feb 2017, 15:47 WIB

Tol Becakayu Sempat Mangkrak 20 Tahun, Kepala Bappenas: Kok Bisa?

Danang Sugianto - detikFinance
Tol Becakayu Sempat Mangkrak 20 Tahun, Kepala Bappenas: Kok Bisa? Foto: Danang Sugianto-detikFinance
Jakarta - Pemerintah saat ini tengah membangun banyak proyek infrastruktur, salah satunya jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Proyek jalan tol layang memiliki panjang 21,5 km itu digarap oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road.

Proyek Tol Becakayu sebenarnya bukan ide murni dari pemerintahan saat ini. Presiden Joko Widodo hanya ingin meneruskan proyek tersebut yang ternyata sudah mangkrak sejak tahun 1998 itu.

Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pun mengaku heran proyek tersebut bisa mangkrak. Sebab jika dilihat dari aksesnya sebenarnya Tol Becakayu memiliki potensi keuntungan yang besar.

"Sudah mangkrak 20 tahun itu Tol Becakayu. Nah ini jalan tol yang entah kenapa bisa mangkrak. Kalau kita ambil logika teori ini enggak masuk akal. Karena tol ini menguhubungkan dari sub Jakarta yang paling padat, Bekasi langsung ke tengah kota. Proyek ini pasti untung, returnya pasti tinggi," tuturnya di Gedung Bappenas, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Menurut Bambang, mangkraknya Tol Becakayu yang paling masuk akal lantaran tidak ada kontraktor yang tidak berani menggarapnya. Sebab seringkali proyek-proyek infrastruktur strategis di Indonesia hanya bergantung pada pendanaan negara melalui APBN.

"Itu menjadi salah satu contoh, bahwa ada pihak yang tidak berani mulai menjalankannya. Oleh karena itu kita harapkan skema PINA (Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah) bisa memecah hal itu. Dari proyek yang tadinya mangkrak karena isu financing kita kasih," imbuhnya.

Kementerian PPN/Bappenas hari ini telah meluncurkan skema pembiayaan proyek infrastruktur baru yakni PINA. Skema ini tidak akan menggunakan APBN dalam pembiayaannya namun melalui pembiayaan investasi dari perusahaan lain.

Seperti contoh hari ini telah terjadi financial closing untuk pembiayaan ekuitas proyek jalan tol dari Waskita Toll Road. PT Sarana Multi Infrastruktur dan PT Taspen menjadi institusi yang memberikan pembiayaan sebesar Rp 3,5 triliun kepada Waskita Toll Road melalui skema PINA untuk menutupi kebutuhan porsi ekuitas tahap awal. (dna/dna)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed