Follow detikFinance
Jumat 17 Feb 2017, 17:47 WIB

Membelah Bukit, Begini Panorama Tol Bawen-Salatiga

Muhammad Idris - detikFinance
Membelah Bukit, Begini Panorama Tol Bawen-Salatiga Foto: Muhammad Idris - detikFinance
Semarang - Pembangunan jalan tol ruas Semarang-Solo terbilang cukup sulit. Pasalnya, proyek tol tersebut harus melalui rangkaian pegunungan yang masih satu rangkaian dengan Gunung Ungaran.

Jika dilihat dari kontur tanahnya, tol yang rencananya diperpanjang hingga kota Yogjakarta ini memiliki kemiripan dengan tol Cipularang. Seperti yang terlihat di pembangunan seksi III Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 kilometer.
Tol Bawen Salatiga Membelah BukitTol Bawen Salatiga Membelah Bukit Foto: Muhammad Idris - detikFinance

Seksi III Ruas Bawen-Salatiga ini merupakan kelanjutan dari seksi sebelumnya yaitu Seksi I Ruas Semarang-Ungaran (10,85 km) yang telah dioperasikan sejak 11 November 2011, dan Seksi II Ruas Ungaran-Bawen (11,9 km) yang telah dioperasikan sejak 4 April 2014.

Pengerjaan proyek seksi III di beberapa titik harus membelah bukit, dengan metode papras dan mengecor bagian samping untuk menghindari longsoran. Sementara di beberapa lokasi, ketinggian perbukitan masih bisa ditoleransi sehingga masih cukup dibuat titik tanjakan.
Tol Bawen Salatiga Membelah BukitTol Bawen Salatiga Membelah Bukit Foto: Muhammad Idris - detikFinance

Seksi III Bawen-Salatiga ini memang terbilang cukup terjal, namun ruas tersebut memangkas perjalanan dari Ungaran ke Salatiga. Selama ini, jalan nasional Salatiga dari Semarang lewat Unggaran kerap dilanda macet parah.

Nantinya dari Salatiga, tersambung dengan seksi IV Salatiga-Boyolali sepanjang 24,47 km, dan seksi V Ruas Boyolali-Kartasura sepanjang 7,74 km. Seksi III Bawen-Salatiga ditargetkan akan beroperasi sebelum musim mudik Lebaran 2017.
Tol Bawen Salatiga Membelah BukitTol Bawen Salatiga Membelah Bukit Foto: Muhammad Idris - detikFinance

Di balik pengerjaannya yang cukup sulit, pemandangan alam pegunungan bakal memanjakan mata di seksi III ini, selepas pintu tol Bawen yang merupakan lajur awal dari seksi Bawen-Salatiga, jika dari arah Semarang, di sebelah kanan terbentang pemandangan Rawa Pening, sementara sebelah kiri merupakan hutan yang terbilang masih perawan.

Seksi III sendiri saat ini memiliki progres tahapan pembebasan lahan 99%, dengan kemajuan konstruksi 90,48%.

Area perbukitan yang masuk perbatasan Kabupaten Semarang dan Salatiga ini sudah selesai diratakan dengan dilakukan betonisasi, beberapa lajur menggunakan aspal lantaran struktur tanahnya yang labil. Sementara tebing bukit yang sebelumnya dipapras juga telah dicor agar tidak longsor.

Sebagian besar lahan yang sebelumnya hutan dan perkebunan warga tersebut telah menjadi jalan tol, sebagian lagi terlihat para pekerja dan alat berat masih menyelesaikan pengerjaan fisik untuk perataan lapisan tanah.
Membelah Bukit, Begini Panorama Tol Bawen-SalatigaFoto: Muhammad Idris
Seksi III Ruas Bawen-Salatiga ini merupakan kelanjutan dari seksi sebelumnya yaitu Seksi I Ruas Semarang-Ungaran (10,85 km) yang telah dioperasikan sejak 11 November 2011, dan Seksi II Ruas Ungaran-Bawen (11,9 km) yang telah dioperasikan sejak 4 April 2014.

Selanjutnya, untuk Seksi IV Ruas Salatiga-Boyolali sepanjang 24,47 km saat ini sedang dalam tahap konstruksi dengan progres pembebasan lahan sebesar 97,6%. Sedangkan Seksi V Ruas Boyolali-Kartasura sepanjang 7,74 km juga masih dalam tahap konstruksi dengan progres pembebasan lahan sebesar 98,92%. Diharapkan, keseluruhan seksi pada Jalan Tol Semarang-Solo dapat selesai dikonstruksi dan beroperasi pada akhir 2017.

Jalan Tol Semarang-Solo sebagai bagian dari Jalan Tol Trans Jawa, memiliki arti strategis bagi pengembangan jaringan jalan khususnya di Jawa Tengah dan juga bagi perkembangan jaringan jalan dalam skala regional.

Jalan tol dengan nilai investasi sebesar Rp 7,30 Triliun ini diharapkan mampu memperlancar jalur ekonomi di daerah-daerah yang dilaluinya. Seperti dari Ungaran yang merupakan daerah industri utama di Jawa Tengah.
Tol Bawen Salatiga Membelah BukitTol Bawen Salatiga Membelah Bukit Foto: Muhammad Idris - detikFinance

Saat ini, kendaraan-kendaraan besar dari daerah ini sering terhambat oleh kemacetan karena banyaknya kendaraan yang melintas di jalan provinsi antara Ungaran ke Semarang. Karena banyaknya kendaraan besar yang terhambat, mengakibatkan kemacetan di daerah ini jadi semakin parah.

Tol Semarang-Solo dengan panjang total 72,64 km yang dikelola oleh PT Trans Marga Jateng yang merupakan perusahaan patungan antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 73,91%, PT Astratel Nusantara 25%, dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (BUMD) dengan komposisi saham 1,09%.

Sementara untuk kontraktor adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (Paket 3.1 Ruas Bawen-Polosiri), PT PP (Persero) Tbk. (Paket 3.2 Ruas Polosiri-Sidorejo), dan PT Nindya Karya (Persero) KSO dengan PT Jaya Konstruksi (Paket 3.3D Ruas Sidorejo-Tengaran). (idr/mca)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed