Follow detikFinance
Senin 11 Apr 2016, 12:00 WIB

Jokowi Kesal Banyak PLTS Mangkrak, ESDM: Itu Proyek yang Dulu

Michael Agustinus - detikFinance
Jokowi Kesal Banyak PLTS Mangkrak, ESDM: Itu Proyek yang Dulu Foto: Michael Agustinus
Jakarta - Saat meresmikan 8 pembangkit listrik dari energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia Timur pekan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mengungkapkan kekesalannya karena banyak pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang mangkrak di berbagai daerah.

PLTS yang dibangun dengan uang rakyat dan diharapkan bisa menjadi solusi untuk melistriki daerah-daerah terpencil, justru jadi proyek buang-buang uang karena tidak dirawat dengan baik, akhirnya sia-sia.

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana, mengakui memang banyak PLTS rusak di berbagai daerah. Umumnya PLTS mangkrak tersebut adalah hasil proyek lama, ketika ESDM masih baru 'belajar' membangun PLTS.

"Kita nggak menyangkal bahwa dulu-dulu itu terjadi, tapi kita hidup ini kan belajar. Yang lama-lama jelek, makin ke sini makin bagus," kata Rida, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/4/2016).

Pihaknya mengaku sedang menyiapkan langkah-langkah untuk menata proyek-proyek PLTS supaya tidak jadi proyek buang-buang anggaran. "Saya nggak menyembunyikan, yang penting bagaimana nanti itu diperbaikinya. Ini yang lagi ditata. Jangan kesannya kita pintar bikin proyek, bisa bangun, nggak bisa merawat. Itu akan kita evaluasi," ucapnya.

Sekarang, pembangunan PLTS harus diusulkan oleh pemerintah daerah (pemda) agar sesuai kebutuhan daerah, bukan lagi inisiatif dari pemerintah pusat. Pemda yang mengusulkan juga harus membuat surat pernyataan kesanggupan untuk merawat PLTS. Dengan begitu, diharapkan PLTS di daerah bisa terawat dengan baik.

"Agar sustain, pertama-tama pembangunan PLTS harus diusulkan oleh pemda setempat, artinya mereka butuh, jangan dari kita. Kalau dari kita nanti kesannya itu kemauan pusat. Harus ada kemauan dan kesanggupan bupati untuk memeliharanya. Itu yang kita pegang, semuanya bermaterai. Baru kita bangun," paparnya.

Kementerian ESDM juga menyiapkan teknisi-teknisi andal untuk perawatan PLTS. Lalu ada program 'Patriot Energi', yaitu pengiriman mahasiswa/i ke daerah-daerah untuk membantu pengembangan EBT, termasuk merawat PLTS.

"Tiap tahun kita bangun 100-an unit PLTS. Artinya kita harus didik teknisi untuk 100 lokasi. Kita juga ada patriot energi, mengkondisikan PLTS-nya," cetus Rida.

Masyarakat lokal juga diajak untuk memelihara PLTS. "Masyarakat juga harus terlibat, harus dibangun sense of belonging. Jangan mereka merasa ini barang orang, dikirim dari pusat, rusak atau tidak terserah," tutupnya. (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed