Follow detikFinance
Jumat 21 Apr 2017, 15:18 WIB

Kunjungan Wapres AS ke RI Berbuah 9 Kesepakatan Energi

Michael Agustinus - detikFinance
Kunjungan Wapres AS ke RI Berbuah 9 Kesepakatan Energi Foto: REUTERS/Bay Ismoyo.
Jakarta - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Mike Pence, melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada 20-21 April 2017. Kedatangan Pence ini membuahkan sejumlah kesepakatan di sektor energi.

"Pada hari ini, Menteri ESDM Ignasius Jonan mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk menyaksikan 7 penandatanganan kesepakatan Business to Business (B to B) antara Indonesia dan AS," kata Kepala Biro Komunikasi Kementerian ESDM, Sujatmiko, dalam keterangan tertulis, Jumat (21/4/2017).

Ketujuh kesepakatan yang ditandatangani tersebut, yaitu:
  1. ExxonMobil menandatangani kontrak penjualan LNG (gas alam cair) sebanyak 1 juta ton/tahun dengan PT Pertamina (Persero) selama 20 tahun, yang akan berlaku pada 2025
  2. Kerja sama Pacific Infra Capital, PT Infra Cerdas Indonesia, dan PT PLN untuk pemasangan smart-metering di jaringan listrik Jawa-Bali
  3. Kerja sama PLN dan PowerPhase untuk pemasangan TurboPhase booster system pada PLTG. Teknologi tersebut dapat mengurangi konsumsi bahan bakar, mengurangi emisi, dan memperbesar output listrik yang dihasilkan
  4. Kerja sama PLN dan Applied Material untuk memasang Fault Current Limiter yang dapat mengurangi Fault Current Levels di jaringan listrik Jawa Barat. Applied Materials berkeinginan untuk melakukan FS untuk teknologi ini pada gardu induk 500 kV
  5. Kerja sama PLN dan Halliburton untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Tulehu Ambon serta strategi jangka panjang untuk pengembangan panas bumi
  6. Kerja sama GreenbeltResources dan JababekaInfrastructure untuk pengembangan fasilitas waste to resource di Jababeka yang akan disebutJababECO
  7. Kerja sama NextGen dengan Pemerintah Samarinda untuk proyek low carbon waste-to-electricity
Dalam kesempatan tersebut, diumumkan juga kerja sama yang telah ditandatangani sebelumnya. Yang pertama adalah kerja sama antara General Electric (GE) dengan PLN terkait pengadaan turbin yang paling efisien dan membantu menekan harga listrik, serta mereduksi emisi karbon.

Yang kedua, kerja sama Ormat Technologies dengan PLN dalam penyelesaian PLTP Sarulla 3 x 110 megawatt (MW) dengan total investasi sekitar US$ 1,7 miliar. Dari investasi tersebut, US$ 260 juta pengadaannya didukung oleh Ormat. PLTP Sarulla Unit I telah beroperasi secara komersial sejak Maret 2017 lalu. (mca/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed