Follow detikFinance
Selasa 14 Nov 2017, 17:15 WIB

Daya Listrik Naik Jadi 5.500 VA, Ini Saran Supaya Tagihan Tak Bengkak

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Daya Listrik Naik Jadi 5.500 VA, Ini Saran Supaya Tagihan Tak Bengkak Foto: Tim Infografis, Kiagoos Auliansyah
Jakarta - Golongan pelanggan listrik rencananya akan disederhanakan. Penyederhanaan ini berlaku untuk pelanggan golongan 900 VA non subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, 3.300 VA, dan 4.400 VA menjadi 5.500 VA.

Penyederhanaan golongan pelanggan listrik melalui penambahan daya hingga 5.500 VA membuat pelanggan listrik lebih leluasa menggunakan perabot elektroniknya. Tapi dengan penambahan tersebut, dikhawatirkan penggunaan listrik justru berlebih dan membuat tagihan membengkak.

Menanggapi hal itu Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, mengatakan masyarakat bisa mulai melakukan pengaturan dan pembatasan terkait dengan penggunaan listrik yang ada.

"Kalau boros menurut saya banyak cara, kan masyarakat bisa melakukan pembatasan sendiri mereka di dalam ya. Kan bisa saja mereka melakukan kontrol-kontrol sendiri di situ," katanya di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Menurutnya, masyarakat perlu melakukan penghematan listrik sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Penghematan juga menjadi alat kontrol penggunaan listrik tersebut.

Lebih lanjut dia mengatakan, rencana penyederhaaan golongan listrik ini tak akan mempengaruhi tarif listrik yang sudah berlaku. Artinya tidak ada kenaikan tarif listrik di masyarakat.

"Kan yang selama ini dipahami ada kekhawatiran bahwa ini upaya terselubung untuk menaikkan listrik, misalkan. Enggak ada sama sekali untuk hal tersebut. Masyarakat membayar listrik sesuai yang dipergunakan, dengan tarif yang sekarang. Per kWh-nya sama, sekarang kan Rp 1.352/kWh untuk 900 VA, Rp 1467,28/kWh untuk 1.300 VA," pungkasnya.

Alasan Penyederhanaan

Dadan mengatakan penyederhanaan golongan listrik itu dilakukan agar masyarakat bisa memanfaatkan dan menggunakan listrik dengan cukup tanpa kekurangan.

"Latar belakangnya yang ingin kami sampaikan adalah untuk memberikan manfaat yang lebih, listrik untuk masyarakat. Artinya adalah keleluasaan masyarakat untuk menggunakan listrik secara cukup," katanya di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Menurutnya, saat ini banyak masyarakat yang mengeluh karena listrik di rumahnya kerap turun, itu lantaran daya listriknya masih rendah. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya untuk menyediakan listrik yang cukup bagi masyarakat.

"Kan sering mendengar listrik itu sering 'jeglek' (turun), UKM juga bisa didorong untuk tumbuh dengan listrik yang cukup, dan harganya tidak berubah," kelasnya.


Dirinya pun menyatakan, tidak ada perubahan tarif listrik terkait dengan rencana kebijakan penyederhanaan golongan listrik ini. Masyarakat masih dikenakan tarif listrik seperti biasanya, sesuai dengan penggunaan.

"Jadi ini tidak ada perubahan harga sama sekali, masyarakat tidak menanggung apapun dari sini. Tapi kalau masyarakat menggunakan listrik lebih banyak, ya membayar sendiri," pungkasnya.

(ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed