Follow detikFinance
Selasa 14 Nov 2017, 19:08 WIB

Hapus Golongan 1.300-4.400 VA, Jonan: Kalau Menolak Enggak Apa-apa

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Hapus Golongan 1.300-4.400 VA, Jonan: Kalau Menolak Enggak Apa-apa Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) berencana menyederhanakan golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi ke 5.500 VA.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, mengatakan rencana itu dilakukan karena melihat dari pasokan listrik yang bakal terus bertambah setiap tahunnya. Hingga tahun 2025 nanti, Jonan memperkirakan pasokan listrik akan bertambah sekitar 40.000 MW.

"Begini pertama kan jumlah kapasitas daya listrik naik terus. Sekarang sih naiknya belum seberapa, tapi nanti 2019,2020,2021,2025 paling kurang ada pertambahan sebesar 40.000 MW," kata Jonan di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/11/2017).


Jonan mengatakan, perkiraan tambahan pasokan itu didapat dari Program 35.000 MW dan penyelesaian proyek percepatan kelistrikan (Fast Track Program/FTP).

"Jadi dari 35.000 MW program pemerintah sekarang tambah yang sisa Fast Track Program (FTP), satu-dua yang diselesaikan kurang lebih 40.000 MW lah ya," jelasnya.

Tambahan itu nantinya tidak hanya dimanfaatkan oleh pihak pelaku industri maupun pengusaha, namun juga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah berencana untuk menaikkan daya listrik rumah tangga.

"Nah begini, 40.000 MW ini listrik ini mau diberikan ke siapa saja? Apakah hanya untuk industri atau perusahaan besar atau dunia usaha saja kan bukan, untuk masyarakat juga. Makanya ini kita naikan dayanya. Supaya masyarakat jg kalau mau menikmati listrik lebih banyak itu bisa," jelasnya.


Namun Jonan mengatakan, bahwa kebijakan ini tak wajib diikuti oleh seluruh masyarakat. Pemerintah tidak memaksa masyarakat yang tidak bersedia untuk menaikan daya listrik rumah tangganya. Namun pemerintah tetap akan melakukan sosialisasi dan melihat tanggapan masyarakat terkait dengan rencana ini.

"Kalau enggak mau enggak apa-apa kok. Gini ya, nanti saya sudah minta PLN untuk buat FGD dan buat survei, secara online mungkin menggunakan juga portal-portal yang komersial. Mudah-mudahan dalam 1-2 minggu ini selesai. Nanti biar PLN menjelaskan tanggapan masyarakat dulu bagaimana," pungkasnya. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed