Follow detikFinance
Kamis, 11 Okt 2018 15:28 WIB

Pengusaha Sayangkan Sikap Ragu-ragu Jokowi soal Harga Premium

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Usman Hadi/detikcom Foto: Usman Hadi/detikcom
Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Sejurus kemudian, pengumuman baru muncul yang isinya mengatakan bahwa kenaikan harga BBM jenis premium ditunda.

Mengenai keputusan soal penundaan kenaikan harga Premium, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Danang Girindrawardana menyayangkan keputusan Presiden yang tampak ragu-ragu.

"Kami sayangkan hal ini dan ini yang membuat pemerintah ragu-ragu dan itu tampak sekali tidak bagus di mata publik," katanya kepada detikFinance, Kamis (11/10/2018).


Ia menjelaskan, seharusnya pemerintah lebih hati-hati untuk memutuskan kebijakan mengenai kenaikan harga BBM. Hal ini kata Danang, bukan soal dampaknya pada sektor usaha, tapi pada pandangan masyarakat yang menilai pemerintah yang ragu untuk memberikan kejelasan dalam keputusan yang sudah dibuat.

"Harusnya lebih kukuh dan tidak berubah dalam waktu seketika. Kalau dari sisi pengusaha sih nggak terlalu pengaruh," katanya.


Sebagai informasi sebelumnya, pemerintah bisa dibilang plin-plan setelah mengumumkan kenaikan harga Premium sekitar 7%. Namun tak sampai satu jam kemudian keputusan sebelumnya langsung diralat.

Pengumuman dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Sofitel Luxury Hotel Nusa Dua Bali, dan dirinya pula yang mengabarkan penundaan kenaikan harga Premium.




Tonton juga 'Ini Alasan BBM Premium Batal Naik':

[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed