Follow detikFinance
Sabtu, 22 Jun 2013 14:32 WIB

Harga Premium di SPBU Rp 6.500/Liter, Pengecer di Samarinda Jual Rp 8.000/Liter

- detikFinance
Samarinda - Pemerintah resmi memberlakukan harga baru BBM premium Rp 6.500 per liter dan solar Rp 5.500 per liter. Di kota Samarinda, Kalimantan Timur, pengecer bensin juga memberlakukan harga baru Rp 8.000 per liter.

Di kawasan Jalan Panglima M Noor misalnya, meski terdapat SPBU, namun pengecer BBM bensin dan premium kian tumbuh subur sejak sepekan lalu. Para pengecer tidak segan menjual belasan jeriken bensin di dalam jeriken berkapasitas 5 liter.

Meski terjadi antrean normal di SPBU, detikFinance siang ini mencoba melakukan pengisian bensin di salah satu pengecer di kawasan tersebut, untuk mengetahui harga eceran pascakenaikan harga dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.500 per liter. Ternyata, harga melonjak menjadi Rp 8.000 per liter yang dikemas di dalam botol berukuran kurang 1 liter.

"Bensin naik Pak, Rp 8.000 per liter," kata salah seorang pengecer bensin di Jalan Panglima M Noor kepada detikFinance, Sabtu (22/6/2013).

Ya, harga baru bensin eceran di salah satu kawasan ramai pengecer menjadi Rp 8.000. Padahal, belasan jeriken yang dijejer pengecer itu sudah terlihat sebelum harga baru resmi diberlakukan pemerintah.

Pantauan berlanjut ke Jl Abdul Wahab Syachranie. Seorang Ibu Rumah Tangga yang juga pengendara roda dua, Nurmila (40), usai mengisi bensin di kawasan tersebut mengaku kaget dengan kenaikan harga eceran menjadi Rp 8.000 per liter.

"Iya mas, saya tadi beli Rp 8.000. Biasanya harga Rp 5.000. Kaget juga sih tapi mau bagaimana lagi. Terpaksa beli eceran karena saya terburu-buru jemput anak saya pulang sekolah," kata Nurmila.

"Menurut saya, itu bensin-bensin eceran belinya Rp 4.500 sebelum naik. Pemerintah resmi umumkan harga (baru BBM), pengecer sekarang menaikan harga hampir 2 kali lipat. Hitung saja untungnya, beli Rp 4.500 jual Rp 8.000 per liter," ujar Nurmila.

Masih menurut Nurmila, harga baru bensin eceran itu setelah para pengecer rela ikut antre berjam-jam di berbagai SPBU di Samarinda, sebelum pengumuman harga baru oleh pemerintah.

"Lihat sendiri kan mas, ramainya antrean motor (tanki) besar sebelum BBM naik malam tadi bahkan malam-malam sebelumnya? Seharusnya ditertibkan. Tapi ya sudah lah, mau bagaimana lagi," sebut Nurmila pasrah.



(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed