Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 21 Jan 2014 16:04 WIB

Listrik Industri Kaya Tak Lagi Disubsidi, Negara Bisa Hemat Rp 8,85 Triliun

- detikFinance
Jakarta - Rencananya, pemerintah akan mencabut subsidi listrik untuk industri golongan I-3 dan I-4 dengan menaikkan tarif listriknya mulai 1 Mei 2014. Kebijakan ini bisa membuat negara hemat Rp 8,85 triliun.

"Dalam APBN 2014 subsidi listrik ditetapkan Rp 81,77 triliun yang terdiri dari Rp 71,36 triliun untuk subsidi listrik, dan Rp 10,41 triliun untuk cadangan risiko energi," ujar Menteri ESDM Jero Wacik dalam rapat kerja dengan Komisi VII di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2014).

Jero mengatakan, agar subsidi lebih tepat sasaran untuk menghapuskan subsidi listrik untuk golongan I-3 daya di atas 2.000 kVA yang sudah go public (terdaftar di bursa saham), dan pelanggan industri besar I-4 daya 30.000 kVA ke atas.

"Jika disetujui, maka negara dapat menghemat Rp 8,85 triliun," katanya.

Jero mengakui, perusahaan-perusahaan besar memprotes usulan pencabutan subsidi listrik tersebut, karena subsidi listrik lebih banyak dinikmati oleh golongan listrik kecil (450 VA dan 900 VA).

"Jadi 55% subsidi listrik memang dinikmati rakyat kecil, perusahaan-perusahaan tersebut protes, kok yang paling banyak nikmati subsidi listrik nggak dinaikkan juga. Tapi itu nggak mungkin karena mereka saudara kita yang ekonominya kecil, tidak mungkin kita tidak memihak rakyat kecil," katanya.

Golongan listrik I-3 yang sudah menjadi perusahaan terbuka (terdaftar di bursa saham) adalah golongan industri yang memiliki daya >200 Kva Tegangan Menengah, sedangkan golongan listrik I-4 adalah industri yang memiliki daya 30.000 Kva Tegangan Tinggi.



(rrd/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed