CONTINUE TO SITE >

Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 05 Des 2014 13:37 WIB

Cerita Pertamina Impor Pertamax dan Disulap Jadi Premium

- detikFinance
Jakarta - Kemarin, Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri menyatakan, selama ini Pertamina melalui PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), melakukan impor BBM RON 92 dan diturunkan menjadi RON 88, untuk memenuhi kebutuhan BBM subsidi dalam negeri.

Faisal mengatakan saat ini BBM RON 88 sudah tidak dijual lagi di pasaran. Heran memang, Indonesia masih mempertahankan BBM RON 88 sebagai bensin subsidinya.

Anggita Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim pernah mengatakan, saat ini di dunia sudah tidak ada lagi yang menjual bensin RON 88.

Ibrahim menceritakan, BBM impor yang dibeli Indonesia dari luar negeri adalah jenis premix RON 90 atau pertamax RON 92. Akhirnya terpaksalah bensin tersebut dijadikan bensin subsidi yang dijual di SPBU-SPBU.

Sementara Komisaris Utama Pertamina Sugiharto juga pernah mengakui, saat ini tidak ada lagi negara yang menjual bensin premium RON 88. Jadi yang diimpr adalah RON 90 atau premix.

"Ya memang menggunakan aturan berpuluh tahun selalu menggunakan RON 88, namun saat ini yang menjual RON 88 sudah makin langka di dunia," kata Sugiharto.

Bensin varian RON 88, RON 92, dan RON 95 memang bisa diketahui dengan perbedaan warnanya. Namun belum tentu bensin berwarna kuning seperti di SPBU Pertamina, adalah premium RON 88.

Tahun lalu, seorang pejabat Kementerian ESDM mengatakan, perbedaan warna memang digunakan untuk membedakan jenis bensin. Ini dilakukan untuk menghindari agar konsumen yang membeli pertamax tidak tertipu diberi bensin premium.

Sedikit berbeda cerita dari Wakil Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fahmi Matori. Dia mengatakan, bensin premium yang dijual di SPBU adalah bensin jenis RON 92 alias pertamax.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir, juga pernah mengakui soal sulitnya mendapatkan bensin RON 88. Menurut Ali, Pertamina memesan khusus kepada produsen minyak RON 90, yang kemudian dicampur dengan naphtha 20% sehingga spesifikasinya turun menjadi RON 88.

Lantas, kenapa sampai saat ini BBM subsidi masih dipertahankan untuk jenis RON 88?

(dnl/hds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed