Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 30 Des 2014 10:51 WIB

Bila Subsidi BBM Premium Dicabut, Harganya Hanya Rp 8.000/Liter

- detikFinance
Jakarta - Pemerintah berencana menghapus subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) premium, rencananya akan diumumkan hari ini. Bila pencabutan subsidi BBM premium tersebut jadi dilakukan, maka ada peluang harga premium akan jadi Rp 8.000 per liter atau sesuai dengan harga keekonomian.

"Harga keekonomian atau premium tanpa subsidi saat ini di bawah harga premium subsidi yang ditetapkan pemerintah Rp 8.500 per liter," kata Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng kepada detikFinance, Selasa (30/12/2014).

Hal ini akibat terus melemahnya harga minyak mentah internasional dan juga berpengaruh pada harga Indonesia Crude Price (ICP). Menurutnya sangat tepat bila pemerintah mencabut subsidi atas bensin premium di awal tahun depan.

"Kalau minggu lalu, harga keekonomian premium Rp 8.000 per liter. Jadi kalau dicabut subsidinya kemungkinan harganya langsung turun," tutup Andy.

Sebelumnya Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan harga Premium yang sedang murah menjadi momentum tepat untuk menghapuskan subsidi. Pasalnya, meski sekarang menikmati sedikit keuntungan, tetapi sepanjang tahun ini pemerintah masih nombok subsidi BBM.

"Ini mumpung harga minyak dunia begitu rendah, sehingga lebih baik ditetapkan harga keekonomian. Mungkin saat ini pemerintah untung sedikit karena harga keekonomian Premium di bawah harga subsidi. Tapi secara net setahun pemerintah masih nombok karena harus bayar subsidi BBM," jelas Sudirman.

Nantinya, hanya harga BBM diesel alias Solar yang disubsidi tetap oleh pemerintah. Kemungkinan subsidi yang diberikan adalah Rp 1.000/liter.

"Nantinya harga Solar juga akan naik-turun mengikuti harga market, tapi setiap liter solar ada subsidinya. Diusulkan misalnya Rp 1.000/liter," tuturnya.

Kemarin, Menko Perekonomian Sofyan Djalil juga mengatakan pemerintah tengah mematangkan kebijakan baru terkait subsidi BBM. Sofyan mengungkapkan, mulai 1 Januari 2015 masyarakat akan membeli BBM dengan harga yang baru.

"Saya nggak bisa, besok kita baru akan rapat lagi melihat harga keekonomian hari ini. Intinya, semoga kebijakan ini adalah yang permanen. Nanti akan diputuskan dan diumumkan sebelum Tahun Baru," tutur Sofyan

Sofyan menggarisbawahi bahwa harga BBM bersubsidi akan berubah. Sejak 18 November lalu, pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000/liter. Harga Premium menjadi Rp 8.500/liter, dan Solar Rp 7.500/liter.

"Pada saat Tahun Baru, masyarakat akan membeli BBM dengan harga baru. Per 1 Januari 2015," ungkapnya.

(rrd/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed