Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 06 Mei 2015 11:45 WIB

1 Juta Rumah Jokowi Dilengkapi Solar Cell, Penghuni Bisa Jual Listrik ke PLN

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jakarta -

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan program pembangunan 1 juta rumah, bentuknya rumah tapak dan apartemen. Untuk rumah tapaknya, 40% akan menggunakan solar cell atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya/Matahari (PLTS).

"Saya sudah bicara dengan Plt Dirjen Penyediaan Perumahan (Syarif Burhanudin), bagaimana kalau 65% rumah tapak yang dibangun dari program 1 juta rumah, 40%-nya atapnya kita pasang solar cell," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Rida Mulyana kepada detikFinance, Rabu (6/5/2015).

Rida mengatakan, pihaknya sudah menganggarkan pemasangan solar cell untuk Program 1 Juta Rumah itu.

"Kita sudah anggarkan di anggaran Ditjen EBTKE, kita sedang hitung satu rumah butuh berapa lembar solar cell, tapi tentu tidak gratis seluruhnya, tapi kita subsidi 70% dari harga solar cell-nya," ungkap Rida.

Jadi nantinya, atap sebagian rumah dari program tersebut, atapnya tidak lagi pakai genteng, tetapi langsung menggunakan atap solar cell, sehingga bisa menghasilkan listrik.

"Jadi misal satu komplek rumah jrengg semuanya pakai solar cell, besar sekali listrik yang dihasilkan," katanya.

Ia menambahkan, nantinya listrik yang dihasilkan dari atap-atap rumah solar cell tersebut bisa dijual ke PLN, ketika tidak digunakan oleh si pemilik rumah.

"Makin banyak yang dijual ke PLN, tagihan listrik makin berkurang, jadi lebih hemat. Kita sedang siapkan Peraturan Menteri ESDM terkait tarif listrik yang dijual ke PLN dari atap-atap rumah ini, tahun ini targetnya keluar," tutup Rida.

(rrd/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed