Follow detikFinance
Selasa, 22 Sep 2015 18:13 WIB

RI Juga Impor Garam untuk Ngebor Minyak

Michael Agustinus - detikFinance
FOKUS BERITA RI (Masih) Impor Garam
Jakarta - Selain mengimpor garam untuk kebutuhan berbagai macam industri seperti farmasi, kaca, aneka pangan, ternyata Indonesia juga membutuhkan garam impor untuk pengeboran minyak bumi.

Deputi Pengendalian Operasi Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Muliawan, menjelaskan bahwa garam sangat dibutuhkan untuk pengeboran minyak. Fungsinya adalah untuk membuat lumpur lebih kental sehingga dapat mengimbangi tekanan dari tempat terakumulasinya minyak dan gas bumi (reservoir).

"Kita perlu garam dalam pengeboran minyak untuk membuat lumpur menjadi lebih kental dan tekanan gravity lebih tinggi, untuk mengimbangi tekanan reservoir, penting sekali untuk pengeboran minyak," kata Muliawan saat ditemui detikFinance di City Plaza, Jakarta, Selasa (21/9/2015).

Tanpa garam, pengeboran minyak bisa membahayakan karena tekanan lumpur kurang kuat. "‎Kalau tekanan reservoir lebih tinggi dari tekanan lumpur akan terjadi blow out, jadi harus diimbangi," ‎ucapnya.

‎Pihaknya tak memiliki perhitungan pasti berapa jumlah garam impor yang dibutuhkan untuk pengeboran minyak setiap tahun. Sebab, setiap lapangan minyak dan gas bumi berbeda-beda kondisinya, sehingga kebutuhan garamnya pun berbeda.

"(Kebutuhan garam) tergantung kondisi reservoir‎-nya, di batu gamping, pasir, dan lumpur berbeda. Saya nggak hafal hitungannya berapa volumenya," pungkasnya.

(rrd/hen)
FOKUS BERITA RI (Masih) Impor Garam
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed