Follow detikFinance
Selasa 19 Jul 2016, 11:54 WIB

6,5 Juta Orang Tewas Tiap Tahun Akibat Penggunaan Energi Tak Ramah Lingkungan

Dana Aditiasari - detikFinance
6,5 Juta Orang Tewas Tiap Tahun Akibat Penggunaan Energi Tak Ramah Lingkungan Foto: Dana Aditiasari-detikFinance
Jakarta - Sekitar 6,5 juta orang meninggal di seluruh dunia akibat polusi dan kualitas udara yang buruk yang dihasilkan dari penggunaan sumber energi yang tidak ramah lingkungan. Demikian dilaporkan International Energy Agency, sebuah lembaga dunia yang memiliki konsentrasi pada keamanan pemanfaatan energi dan dampak pemanfaatan enegi terhadap perubahan kualitas kehidupan masyarakat di seluruh dunia.

Laporan itu sendiri disampaikan dalam acara bertajuk Indonesia Launch of World Energy Outlook (WEO) 2016 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (19/7/2016).

"Sekitar 6,5 juta kematian prematur setiap tahunnya disebabkan oleh polusi udara. Produksi dan penggunaan energi sejauh ini merupakan sumber polutan udara terbesar yang dibuat oleh manusia," ujar Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol dalam kesempatan tersebut.

Ia melanjutkan, polusi udara yang dihasilkan dari sektor energi umunya dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara dan bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini masih mendominasi pembangkit-pembangkit listrik di seluruh dunia.

Tak hanya itu, penggunaan sumber energi fosil pada kendaraan bermotor juga turut menyumbang tingginya polusi udara penyebab kematian.

"Batubara bertanggungjawab untuk sekitar 60% dari emisi karbon dioksida global yang dihasilkan dari pembakaran. Kemudian, bahan bakar yang digunakan untuk transportasi, terutama diesel, menghasilkan lebih dari setengah nitrogen oksida global yang dapat memicu masalah pernapasan," beber dia.

Kondisi tersebut sangat penting untuk direspons oleh negara-negara di seluruh dunia.

"Bila tidak direspons, kebutuhan energi yang semakin meningkat akan menyebabkan tingkat pembakaran sumber-sumber energi fosil tadi akan meningkat juga. Sehingga dikhawatirkan kualitas udara semakin buruk di tahun 2040," sambung dia.

Menteri Energi dan sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, untuk mengatasi dampak global polusi udara akibat pemanfaatan energi, seluruh negara harus bekerja sama.

"Tidak ada satu negara pun yang dapat menanggulangi permasalahan polusi udara ini sendirian. Karena semua negara membutuhkan energi, setiap negara menghasilkan polusi. Sehingga masalah itu harus ditangani bersama oleh semua negara," tegas sudirman said.

Untuk itu, dianggapnya, acara peluncuran laporan IEA ini sebagai gelaran yang penting untuk membuka mata dunia, betapa selama ini penggunaan energi yang tidak bertanggung jawab telah memberi dampak yang berbahaya bagi masyarakat dunia.

Hadir dalam acara ini adalah para pemangku kepentingan di sektor energi. Para petinggi perusahaan pelat merah di sektor energi seperti PT Pertamina (persero), PT PGN (Persero) dan lainnya. Hadir pula perwakilan-perwakilan 29 negara angota IEA. (dna/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed