Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 21 Agu 2016 11:30 WIB

Jual BBM ke Pegunungan Papua, Pertamina 'Rogoh Kocek' Rp 30.000/Liter

Michael Agustinus - detikFinance
Foto: Niken Purnamasari Foto: Niken Purnamasari
Jakarta - Mulai 17 Agustus 2016 kemarin, tepat di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, PT Pertamina (Persero) menghadirkan Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) di Kabupaten Puncak dan Pegunungan Arfak, dua kawasan pegunungan pelosok di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Untuk pengiriman BBM ke Kabupaten Puncak misalnya, Pertamina harus menggunakan pesawat sewa yang diterbangkan dari Bandara Moses Kilangin di Kabupaten Mimika.

Adapun untuk mengantar BBM ke Kabupaten Pegunungan Arfak yang berjarak 90 kilometer (km) dari Manokwari, Pertamina harus menempuh perjalanan darat selama 4 jam karena medan yang sulit.

VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, mengungkapkan bahwa biaya angkut BBM ke Kabupaten Puncak mencapai Rp 30.000/liter, sedangkan ke Kabupaten Pegunungan Arfak sekitar Rp 9.000/liter. Biaya distribusi ini semuanya berasal dari dana korporasi, ditanggung sendiri oleh Pertamina, tidak ada subsidi dari pemerintah.

Ilustrasi pengiriman BBM memakai pesawat (Michael Agustinus/Detik)


"Untuk ke Kabupaten Pundak, biaya pengirimannya sekitar Rp 30.000/liter, dan Arfak Rp 9.000/liter ongkos angkutnya," kata Wianda kepada detikFinance, Minggu (21/8/2016).

Meski demikian, solar subsidi dan premium di sana tetap dijual seharga Rp 5.150/liter dan Rp 6.450/liter, sama dengan wilayah Indonesia lainnya. Ongkos untuk mendistribusikan BBM ke daerah-daerah remote ini merupakan hasil subsidi silang, diambil dari sebagian keuntungan penjualan BBM Pertamina di daerah-daerah lain.

"Kita jual harganya sama, Premium Rp 6.450/liter, solar Rp 5.150/liter," ucap Wianda.



Dengan adanya pasokan BBM dari Pertamina ini, penduduk Kabupaten Puncak dan Pegunungan Arfak bisa menikmati BBM dengan harga sama seperti penduduk Indonesia di wilayah lainnya.

"Sebelumnya, harga BBM di sana di atas Rp 50.000/liter," Wianda mengungkapkan.

Setelah sukses untuk kedua wilayah tersebut, selanjutnya Pertamina juga akan mengirim pasokan BBM secara langsung ke Kabupatem Membramo dan Ndunga. (feb/feb)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com