energi
energi
energi
energi
energi
energi
energi
energi
energi
energi
energi
energi
energi
Usul Harga Solar Naik Rp 500/Liter, Pertamina: Harga Minyak Dunia Naik
Follow detikFinance
Selasa 13 Dec 2016, 12:12 WIB

Usul Harga Solar Naik Rp 500/Liter, Pertamina: Harga Minyak Dunia Naik

Michael Agustinus - detikFinance
Usul Harga Solar Naik Rp 500/Liter, Pertamina: Harga Minyak Dunia Naik Foto: Michael Agustinus
Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengusulkan kenaikan harga solar bersubsidi sebesar Rp 500/liter untuk periode 1 Januari 2017-31 Maret 2017. Ada beberapa alasan yang mendasari usulan ini.

Pertama, ada kenaikan harga minyak dunia pasca kesepakatan organisasi negara-negara eksportir minyak untuk memangkas produksi hingga 1,2 juta barel per hari (bph). Sepuluh negara produsen minyak non OPEC, salah satunya Rusia. mengikuti komitmen itu. Mereka sepakat menurunkan produksi sebesar 500.000 bph.

Kesepakatan penurunan produksi itu membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2017 naik US$ 2,28/barel menjadi US$ 53,78/barel. Sementara harga minyak jenis Brent naik US$ 2,29/barel menjadi US$ 56,62/barel. Maka harga bahan bakar minyak (BBM) per Januari 2017 juga naik.

"Karena crude naik, harga BBM juga naik," kata Wakil Direktur Utama Pertamina, Ahmad Bambang, dalam Pertamina Energy Forum 2016 di Ritz Carlton PP, Jakarta, Selasa (13/12/2016).

Kedua, sejak Oktober lalu sebenarnya Pertamina sudah jual rugi alias 'nombok' untuk solar subsidi. "Oktober kemarin solar harusnya naik. 1 Januari (2017) kami sudah defisit Rp 700/liter dengan harga Rp 5.150/liter, harga real-nya sudah di atas Rp 6.000/liter. Berani nggak pemerintah naikin?" ujarnya.

Ketiga, berbeda dengan Oktober 2016 lalu, pada Januari 2017 Pertamina sudah tidak bisa lagi menambal kerugian dari penjualan solar dengan keuntungan dari penjualan solar di bulan-bulan sebelumnya.

Keuntungan Pertamina dari penjualan solar subsidi pada 2016 ini tak bisa dipakai untuk 2017. Pembukuannya berbeda, penggunaannya tidak boleh dicampur aduk. Maka Pertamina tak bisa menutup defisit harga solar di 2017 dengan surplus dari tahun 2016.

"Ada kondisi yang berbeda. Solar sebetulnya kita sudah rugi sejak Oktober tapi kami nggak mau menaikkan karena kami masih punya untung untuk solar. Tapi Januari ini kan beda tahun, pembukuannya beda, nggak bisa digeser. Tabungan solar Pertamina nggak bisa digunakan menyeberang tahun," tutupnya. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed