Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 07 Nov 2017 10:53 WIB

Nelayan Lombok Timur Dapat 1.438 Konverter Kit Gratis

Niken Widya Yunita - detikFinance
Foto: Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Ego Syahrial (kemeja putih dan celana coklat) saat pembagian 1.438 konverter kit gratis (Dok. Ditjen Migas) Foto: Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Ego Syahrial (kemeja putih dan celana coklat) saat pembagian 1.438 konverter kit gratis (Dok. Ditjen Migas)
Jakarta - Nelayan di Kecamatan Pringgabaya, Sambelia, Jerowaru, dan Keruak di Kabupaten Lombok Timur mendapatkan 1.438 paket perdana konverter kit gratis dari Kementerian ESDM. Pembagian secara bertahap ini disambut gembira nelayan.

Dalam keterangan tertulis dari Ditjen Migas Kementerian ESDM, Senin (6/11/2017), jumlah tersebut merupakan bagian dari total 2.000 paket konkit yang tahun ini dibagikan di Kabupaten Lombok Timur. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Ego Syahrial membagikan secara simbolis konverter kit tersebut hari ini.

Hadir pula dalam acara ini, anggota Komisi VII DPR Kurtubi dan Wakil Bupati Lombok Timur Khairul Warisin.

Pembagian konverter kit untuk nelayan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan energi nasional melalui diversifikasi energi yaitu menyediakan alternatif energi yang dapat digunakan masyarakat. LPG dipilih sebagai energi alternatif yang dapat digunakan oleh nelayan karena sudah familiar di masyarakat serta kinerja mesin penggerak yang menggunakan LPG relatif sama dengan motor berdaya rendah.

Program konversi BBM ke LPG untuk nelayan juga bertujuan memberikan energi yang murah, bersih, aman, dan ramah lingkungan. Selain itu juga membantu mengelola ekonomi masyarakat nelayan agar lebih sejahtera.

"Rata-rata penghematan yang diperoleh dengan menggunakan LPG mencapai 50% dibanding menggunakan BBM. Sebagai contoh, untuk satu kali melaut, biasanya diperlukan BBM sebanyak 2 liter atau sekitar Rp 16.000. Sedangkan apabila menggunakan LPG, per tabung LPG yang dibeli seharga Rp 20.000, dapat digunakan untuk 3 hari," papar Ego.

Pada 2017, dibagikan 17.081 paket konverter kit dengan anggaran Rp 120,92 miliar untuk 28 kabupaten atau kota. Hingga saat ini, paket konverter kit telah rampung dibagikan di 11 kabupaten atau kota. Pemerintah optimistis sisa daerah wilayah lainnya akan rampung sesuai jadwal pada akhir Desember 2017.

"Program ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Sehingga dengan memakai LPG, biaya melaut bisa dikurangi dan produksi bisa dinaikkan. Kami dari komisi VII DPR mendorong dan mendukung program tersebut. Bagi Bapak/Ibu nelayan yang menerima mohon agar mesinnya bisa dipelihara sehingga umurnya lebih panjang," ujar Kurtubi.

Kemampuan anggaran negara untuk menyediakan paket konverter kit untuk nelayan sangat terbatas apabila dibandingkan dengan jumlah nelayan kecil di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, usulan maupun pelaksanaan pembagian konverter kit harus dilaksanakan berdasarkan skala prioritas.

Kementerian ESDM melalui Ditjen Migas menugaskan PT Pertamina (Persero) untuk melaksanakan program penyediaan, pendistribusian, dan pemasangan Paket Perdana LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil di berbagai daerah seluruh Indonesia sejak 2016. Pada 2016, pemerintah telah mendistribusikan 5.473 unit paket perdana konverter kit di 10 kota atau kabupaten pada 5 provinsi.

Program konversi BBM ke LPG bukan hanya menjadi tugas Pemerintah saja, tetapi juga membutuhkan partisipasi dan kerja sama semua pihak. Semua pihak harus terlibat dalam penyediaan alokasi gas bumi, ketersediaan, dan pengoperasian infrastruktur untuk penyediaan dan pendistribusian LPG, serta jaminan ketersediaan LPG bagi para nelayan kecil pengguna menjadikan program konversi BBM ke LPG menjadi investasi bersama adalah salah satu cara.

Badan usaha milik negara dan swasta dapat terlibat tidak hanya dalam penyediaan dan pendistribusian LPG untuk nelayan yang optimal, tetapi juga dalam pemeliharaan konverter kit dan mesin kapal nelayan pengguna LPG. Sehingga penggunaan LPG oleh para nelayan dapat dirasakan manfaatnya secara berkesinambungan.

Pemerintah juga akan mendukung dalam seluruh aspek, yaitu aspek regulasi yang menjamin kepastian alokasi gas bumi untuk bahan baku kilang LPG, mendorong badan usaha untuk senantiasa menyediakan dan mendistribusikan LPG kepada nelayan, menetapkan harga gas bumi dan harga LPG yang optimum, menyiapkan porsi subsidi yang tepat sasaran untuk mendukung program konversi terjadi.

Sebagai langkah pendorong dan memasyarakatkan pemanfaatan LPG untuk nelayan, Pemerintah juga mendukung konversi dengan mendistribusikan konverter kit BBM ke LPG secara gratis.

Dalam pelaksanaan pembagian konverter kit untuk nelayan kecil ini, beberapa tantangan dihadapi Pemerintah serta PT Pertamina. Antara lain, dokumen calon penerima paket (DCP3) nelayan kurang akurat, perlunya peningkatan efektivitas pelaksanaan sosialisasi kepada Pemkot/Pemkab dan calon penerima. Selain itu, diperlukan peningkatan koordinasi dengan Pemkot/Pemkab calon penerima paket konverter kit untuk nelayan.

Tantangan lainnya adalah perlunya optimalisasi keterlibatan Dinas KKP Pusat serta kondisi geografis wilayah calon penerima paket konverter kit untuk nelayan yang kurang menguntungkan dan sulit untuk dijangkau serta waktu pelaksanaan pekerjaan sangat pendek.

Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari Pemkot/Pemkab, misalnya perihal usulan nelayan yang akan menerima paket perdana konverter kit, serta bantuan dan kerja sama Pemkot/Pemkab untuk berkoordinasi dengan para calon penerima paket konverter kit untuk nelayan. Selain itu, diperlukan rekomendasi sosialisasi dan pembagian konverter kit untuk nelayan.

"Kami sampaikan bahwa Kabupaten Lombok Timur memiliki jumlah penduduk terbesar dengan total 1.3juta, 87% mata pencaharian penduduk sini adalah nelayan dan petani. Oleh karena itu butuh perhatian dari pemerintah baik pusat maupun daerah. Mudah-mudahan kehadiran Bapak-bapak dapat memberikan keberkahan bagi penduduk kami," ungkap Khairul Warisin.

Nelayan yang berhak menerima konverter kit nelayan harus memenuhi persyaratan, antara lain memiliki kapal dengan ukuran 5 GT, berbahan bakar bensin, memiliki daya mesin lebih kecil atau sama dengan 13 HP, menggunakan jenis alat tangkap yang ramah lingkungan, serta belum pernah menerima bantuan sejenis.

Paket perdana konverter kit yang dibagikan ini, terdiri dari mesin penggerak berbahan bakar bensin, tabung LPG 2 unit beserta isinya, konverter kit berikut aksesorinya (reducer, regulator, mixer, dll) serta as panjang, dan baling-baling. (nwy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com