Follow detikFinance
Senin 13 Nov 2017, 14:28 WIB

Daya Listrik 1.300-3.300 VA Dihapus, Harus Jelas Untung-Ruginya

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Daya Listrik 1.300-3.300 VA Dihapus, Harus Jelas Untung-Ruginya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menyederhanakan kelas golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi.

Penyederhanaan ini berlaku kepada pelanggan dengan golongan 900 VA tanpa subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA. Semua golongan tersebut akan dinaikkan dan ditambah dayanya menjadi 4.400 VA.

Golongan 450 VA dengan pelanggan sebanyak 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang disubsidi oleh pemerintah, tidak mengalami perubahan. Sementara golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 VA, dan golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom.

Direktur Eksekutif Institute for Essensial Service Reform (IESR), Fabby Tumiwa menyebutkan, rencana ini sudah pernah diusulkan sebelumnya karena banyaknya golongan pelanggan listrik.

Akan tetapi yang perlu dikaji lebih lanjut adalah seberapa besar potensi kenaikan konsumsi listrik dengan kebjakan ini serta bagaimana penyediaan pasokan listrik ke depannya.

"Tapi yang perlu dikaji adalah berapa besar potensi kenaikan konsumsi listrik dari kebijakan ini? Apa dampaknya pada penyediaan pasokan listrik di masa depan?" kata Fabby saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan sosialisasi kepada pelanggan listrik terkait rencana tersebut. Ia memperkirakan langkah ini dilakukan untuk meningkatkan penjualan listrik PLN yang saat ini masih terus membangun pembangkit.


"Pemerintah harusnya memberikan penjelasan tentang untung rugi bagi masyarakat. Karena jelas kebijakan ini merupakan upaya untuk menyelamatkan PLN dari kondisi potensi oversupply (kelebihan pasokan) listrik," tutur Fabby.

Biaya beban alias abodemen yang dibayarkan pelanggan dengan rencana penyederhanaan golongan listrik kepada PLN juga harus dijelaskan. Ia juga meminta abodemen yang dibayarkan terkait rencana ini menjadi beban pelanggan yang sesungguhnya tidak membutuhkan tambahan daya.

"Selain itu perlu diperjelas soal biaya beban untuk pelanggan pasca bayar. Berapa besarnya? Jangan sampai biaya beban jadi beban bagi konsumen yang tidak membutuhkan sambungan daya yang tinggi," ujar Fabby.

(ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed