Follow detikFinance
Selasa 14 Nov 2017, 08:04 WIB

Mengupas Rencana Penghapusan Daya Listrik 1.300-3.300 VA

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Mengupas Rencana Penghapusan Daya Listrik 1.300-3.300 VA Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) sedang menggodok penyederhanaan kelas golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi.

Penyederhanaan dilakukan pada pelanggan listrik golongan 900 VA non subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA menjadi 4.400 VA. Sedangkan golongan 450 VA dan golongan 900 VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang disubsidi oleh pemerintah, tidak mengalami perubahan.

Kemudian golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 VA, dan golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom.

Dengan demikian ke depan golongan pelanggan listrik rumah tangga hanya akan terbagi dalam tiga golongan, antara lain:
1. Pelanggan listrik dengan subsidi (450 VA dan 900 VA subsidi)
2. Pelanggan listrik non-subsidi 4.400 VA dan 13.000 VA.
3. Pelanggan listrik non-subsidi 13.000 VA ke atas (loss stroom).

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyebutkan rencana penyederhanaan golongan ini tidak akan menaikkan tarif listrik. Tarif yang dibebankan nantinya pun diupayakan agar tidak memberatkan pelanggan.

"Tarif yang dipilih yang tidak memberatkan. Nanti kita lihat ya," ujar Arcandra di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2017).

Penambahan daya tersebut bertujuan untuk memudahkan pelanggan ketika menggunakan sejumlah alat elektronik secara bersamaan. Pelanggan PLN pun nantinya tidak perlu khawatir daya listrik di rumahnya tidak cukup dengan mengorbankan peralatan elektronik lainnya.

"Ini sederhana sekali bahasanya dan sudah bilang, 1.300 VA misalnya, pasang kulkas, pasang AC, pasang setrika mati enggak? Kemungkinan mati. Nah ini yang akan kita naikan bukan 1.300 VA menjadi lebih tinggi, tetapi tarifnya kita usahakan sama. Jadi ada penyederhanaan golongan dengan harapan tarinya sama," kata Arcandra.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, rencana penyederhanaan golongan pelanggan listrik bertujuan untuk memberikan kebebasan masyarakat mengonsumsi listrik tanpa was-was anjlok. Selain itu dengan bertambahnya daya listrik diharapkan produktivitas masyarakat bisa meningkat.

"Jangan hanya sebagai untuk nyalain lampu. Sebenarnya untuk alat produksi semakin banyak bisa berproduksi. Semakin banyak orang bisa berproduksi apalagi sekarang internet of things bisa dari rumah tadinya bisa masak kue terus bisa dipasarkan, kan untuk meningkatkan itu," kata Andy.

Rencana penyederhanaan ini masih terus dibahas antara Kementerian ESDM dan PLN. Intinya dengan penyederhanaan golongan pelanggan listrik ini masyarakat bisa semakin produktif tanpa takut listriknya anjlok.

"Mulai secepatnya, tapi kan kita masih hitung," tutur Andy.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menyebutkan penambahan daya listrik pelanggan non subsidi dilakukan bertahap dan jika direstui diharapkan selesai Juni 2018. Penambahan daya pun dilakukan secara cuma-cuma oleh petugas PLN.

Rencana ini, kata Sofyan, berasal dari keluhan yang ada di lapangan terkait mahalnya biaya penambahan daya sebesar Rp 2 juta-Rp 6 juta per pelanggan. Oleh karena itu, PLN berencana menywderhanakan golongan pelanggan dengan memberikan layanan penambahan daya secara cuma-cuma.

"Pegawai PLN 140.000, urusin gituan (pemasangan) 80.000 orang. Bertahap lah mungkin sampai Juni tahun depan (2018)," ujar Sofyan.

Penyederhanaan golongan pelanggan melalui penambahan daya hingga 4.400 VA juga tidak dipaksakan kepada setiap pelanggan. Pilihan diberikan kepada pelanggan PLN apakah ingin menambah dayanya atau tidak.

Sofyan menambahkan pelanggan yang ingin menambah daya secara cuma-cuma menjadi 4.400 VA bisa langsung mendaftarkan dirinya. Ia juga menjamin proses penambahan daya mudah.

"Kamu butuh enggak 4.400 VA? Kalau enggak butuh terus minta 4.400 VA (kolam) ikan dikasih lampu kan enggak mungkin juga. Kita buka pendaftaran," kata Sofyan.

Rencana penyederhanaan golongan pelanggam listrik dilakukan salah satunya karena keluhan mahalnya biaya penambahan daya listrik. Sehingga PLN berencana menaikkan daya listrik secara cuma-cuma.

Dampak Penyederhanaan Golongan

Direktur Eksekutif Institute for Essensial Service Reform (IESR), Fabby Tumiwa menyebutkan, rencana ini sudah pernah diusulkan sebelumnya karena banyaknya golongan pelanggan listrik.

Akan tetapi yang perlu dikaji lebih lanjut adalah seberapa besar potensi kenaikan konsumsi listrik dengan kebijakan ini serta bagaimana penyediaan pasokan listrik ke depannya. Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan sosialisasi kepada pelanggan listrik terkait rencana tersebut.

"Tapi yang perlu dikaji adalah berapa besar potensi kenaikan konsumsi listrik dari kebijakan ini? Apa dampaknya pada penyediaan pasokan listrik di masa depan?" kata Fabby.

Agar tagihan listrik tak bengkak setelah penambahan daya menjadi 4.400 VA dan seterusnya, pelanggan listrik harus lebih disiplin dalam menggunakan peralatan elektronik. Pasalnya, dengan daya listrik yang bertambah, lebih banyak peralatan elektronik yang bisa digunakan.

Pelanggan listrik juga harus menyadari penggunaan barang-barang elektronik di rumah setelah penambahan daya akan menimbulkan tagihan listrik yang membengkak.

"Sebaiknya tidak membeli peralatan listrik yang tidak dibutuhkan, dan selalu pilih perangkat yang hemat energi untuk mengurangi konsumsi listrik, misalnya lampu LED atau AC yang menggunakan teknologi inverter," ujar Fabby.

Anda setuju dengan rencana pemerintah ini, atau tidak? Isi polling detikFinance di bawah ini.

(ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed