Follow detikFinance
Selasa 06 Feb 2018, 14:55 WIB

'Iron Man' Ubah 50.000 Rumah di Australia Jadi Pembangkit Tenaga Matahari

Mochammad Prima Fauzi - detikFinance
Iron Man Ubah 50.000 Rumah di Australia Jadi Pembangkit Tenaga Matahari Foto: Internet
Jakarta - Sebanyak 50.000 rumah di Australia akan menerima panel tenaga surya dari perusahaan milik Elon Musk, Tesla. Elon dikenal sebagai Iron Man di dunia nyata karena proyek revolusionernya.

Rencana itu merupakan bentuk kerja sama antara pemerintah Australia Selatan dan Tesla. Perusahaan yang didirikan Elon Musk tersebut berencana untuk membuat sistem interkoneksi energi di mana rumah-rumah dapat berbagi energi melalui sistem smart-grid.

Mengutip halaman Inhabitat, Selasa (6/2/2018), rumah yang terpilih akan menerima panel tenaga surya dan juga baterai yang dapat diisi ulang secara gratis. Proyek tersebut akan didanai melalui penjualan lebihan energi yang diproduksi.

"Pemerintah saya telah memberikan baterai terbesar di dunia. Kini kami akan menghadirkan pabrik listrik virtual terbesar," ungkap Perdana Menteri Jay Weatherill dalam pernyataannya.

"Kami akan menggunakan rumah masyarakat sebagai cara untuk menghasilkan energi untuk penduduk Australia Selatan. Dengan partisipasi proyek tersebut akan menghasilkan keuntungan signifikan dalam menghemat tagihan listrik," imbuhnya.

Proyek tersebut akan dilakukan uji coba kepada 1.100 rumah masyarakat dengan dilengkapi 5kW baterai panel surya. Selanjutnya akan diikuti oleh pemasangan sebanyak 24.000 rumah selama empat tahun ke depan.


Dengan 250 megawatt tenaga surya dan 650 megawatt jam penyimpanan baterai, proyek ini diperkirakan akan menyambungkan 50.000 rumah masyarakat di Australia yang mengurangi ketergantungan dari batu bara.

Uniknya kesepakatan itu dilakukan melalui perjudian Elon Musk dengan pihak pemerintah setempat. Jika sang Iron Man tak dapat membangunnya dalam 100 hari, maka penduduk setempat bisa mendapatkan baterai secara gratis. Beruntung Musk tak bisa menepatinya.

Selain memiliki perusahaan Tesla, Elon Musk juga memiliki perusahaan inovatif seperti SpaceX untuk proyek luar angkasa, dan Boring Company yang menjual barang-barang aneh, mulai dari topi hingga peluncur api.


(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed