Follow detikFinance
Kamis, 22 Feb 2018 18:49 WIB

Jonan Ingin Harga Listrik dari Matahari di Bawah Rp 700/kWh

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Istimewa/Humas PLN Foto: Istimewa/Humas PLN
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan tarif listrik dari panel surya atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), seharusnya bisa ditekan ke US$ 5 sen/kWh atau sekitar Rp 684 (kurs Rp 13,679/US$).

Dia menyampaikan, kalau ada produsen listrik dari PLTS yang menawarkan harga tinggi, misalnya US$ 20 sen per kWh ia tidak akan menyetujuinya.

"Paling tidak (bisa) US$ 5 sen, US$ 7 sen. Tidak US$ 20 sen. Tidak. Selama saya menjadi menteri, saya akan mengatakan tidak," ujarnya di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2018).


Jonan mengatakan kondisi saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan 10 tahun lalu. Jika saat itu harga listrik dari PLTS mungkin masih di kisaran US$ 25 sen/kWh, harusnya saat ini sudah jauh turun. Apalagi menurutnya biaya investasinya sudah tidak semahal dulu.

"Biaya investasi panel surya terus menurun di dunia, dan banyak orang di sini berjuang untuk menyesuaikan hal semacam ini dari perspektif bisnis atau investasi," jelas Jonan.


Oleh karenanya, dia meminta para investor atau produsen listrik mulai menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut yang mana imbasnya membuat harga listrik dari PLTS semakin murah.

"Saya terus mengatakan kepada para investor disini, silahkan sesuaikan, mohon selaras dengan teknologi baru di panel surya," tambahnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed