Follow detikFinance
Jumat, 23 Feb 2018 11:55 WIB

PLN Dapat Utang Rp 1,3 Triliun dari Bank Polandia

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Dok. Kedutaan Besar Polandia Foto: Dok. Kedutaan Besar Polandia
Jakarta - Bank Gospodarstwa Krajowego (BGK) yang berasal dari Polandia menandatangani kontrak dengan PT PLN (Persero) untuk menyediakan pinjaman sekitar 80,8 juta Euro atau sekitar Rp 1,35 triliun. Pinjaman tersebut akan digunakan PLN untuk pembangunan pembangkit listrik di Lombok yang rencananya dibangun oleh Rafako.

Kontrak tersebut mencakup pembangunan dua unit pembangkit listrik dengan kapasitas masing-masing 50 megawatt (MW). Perusahaan Polandia tersebut memiliki andil dalam investasi Rp 950 juta atau sekitar 35%.

Paket pembiayaan yang disiapkan bersama oleh BGK dan Korporacja Ubezpieczeń Kredytów Eksportowych (KUKE) merupakan bagian di dalam kontrak. Selain itu, KUKE memberikan Rafako jaminan kontrak di mana blok pertama dibuat dalam waktu 36 bulan dan yang kedua selama 39 bulan.

Kontrak besar ini akhirnya menjadi kenyataan. Hal ini sejalan dengan rencana pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 MW.


"Kami ingin membangun pembangkit listrik berkapasitas 50-100 MW. Saat ini kami siap mengajukan penawaran dalam tiga tender berikutnya," bunyi keterangan tertulis dari Rafako, Jumat (23/2/2018).

BGK mendukung ekspansi perusahaan Polandia ke luar negeri. Bisnis Polandia dinilai membutuhkan pendanaan agar bisa bersaing di pasar global.

Berkat kerja sama berbagai pihak, Rafako bisa bisa melakukan ekspansi hingga ke negara yang jauh, Indonesia.

Rafako merupakan kontraktor yang biasa membangun infrastruktur ketenagalistrikan dan penghasil boiler terbesar di Eropa. Perusahaan ini menawarkan desain dan produksi boiler. (ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed