Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Jun 2018 21:23 WIB

Rupiah Anjlok, Emas Antam Laris Manis

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Puti Aini Yasmin Foto: Puti Aini Yasmin
Jakarta - Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) membuat rupiah sempat anjlok cukup dalam hingga Rp 14.200. Banyak pihak yang mengkhawatirkan kondisi tersebut.

Namun segelintir pihak mendapatkan berkah dari pelemahan rupiah, termasuk PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Penjualan emas Antam meningkat lantaran penguatan dolar AS.

"Biasanya di Indonesia itu saat Ramadan penjualan emas turun. Tapi karena melemahnya rupiah banyak yang akhirnya membeli emas," kata Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (4/6/2018).



Lantaran pelemahan rupiah, penjulan emas Antam hingga Mei 2018 mencapai 2,8 ton. Sementara target penjualan emas Antam tahun ini sebesat 24 ton.

Namun ternyata Antam juga terkena imbas negatif dari rencana kenaikan suku bunga The Fed yang memaksa BI menaikkan suku bunga acuan hingga saat ini di level 4,75%.

"Jadi karena kenaikan suku bunga orang akhirnya melepas emas juga, sehingga harga emas turun," imbuhnya.

Meski begitu, Arie menegaskan bahwa perubahan harga emas tidak sefluktuatif harga komoditas lainnya. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

"Harga emas sebenarnya stabil dalam 6 bulan terakhir. Palinh tinggi itu US$ 1.340 per troy ounce, hari ini US$ 1.200 an. Jadi tidak sefluktuatif komoditas lain seperti batu bara," tegasnya.





Tonton juga 'Beragam Komoditas Alami Inflasi di Bulan Mei Sebesar 0.21%':

[Gambas:Video 20detik]

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com