Follow detikFinance
Kamis, 11 Okt 2018 14:48 WIB

Kritik Harga Premium Batal Naik, Sandi: Jangan karena Musim Politik

Sudirman Wamad - detikFinance
Cawapres Sandiaga Uno/Foto: Sudirman Wamad/detikcom Cawapres Sandiaga Uno/Foto: Sudirman Wamad/detikcom
Cirebon - Pemerintah batal menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium pada Rabu (10/10/2018) kemarin. Merespons kebijakan itu, calon Wakil Presiden Sandiaga Uno meminta pemerintah harus segera mengambil langkah konkret.

Sandiaga menegaskan, kebijakan menaikkan harga BBM sebagai langkah konkret yang harus diambil, dan jangan dicampur aduk dengan urusan politik.


"Enam sampai tujuh bulan ke depan harus ada langkah konkret. Jangan karena ini musim politik kebijakan baik ditunda," kata Sandiaga usai memberikan pelatihan OK Oce di Andulus City, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (11/10/2018).

"Pisahkan dulu proses politiknya. Kita harus duduk bersama menyikapi hal ini," sambung pria yang beken disapa Sandi itu.


Sebagai informasi, Menteri ESDM Ignasius Jonan sempat menyatakan harga BBM jenis premium naik dari Rp 6.500/liter menjadi Rp 7.000/liter Rabu sore (10/10/2018) di Bali. Sekitar satu jam kemudian, kebijakan tersebut dibatalkan.

Sandi tak eksplisit menyebut batalnya kenaikan harga BBM Premium karena kepentingan politik, cuma dia mengatakan kebijakan yang diambil di suasana pemilu, dan kemudian dibatalkan itu karena tak ingin kehilangan pemilih.


"Jadi kalau misal ada pemilu, akhirnya kebijakan yang harusnya diambil tapi ditunda karena khawatir bisa mempengaruhi elektoral," kata Sandi

Saat ini kenaikan harga baru terjadi pada BBM non penugasan yaitu Pertamax menjadi Rp 10.400/liter, Pertamax Turbo Rp 12.250/liter, Dexlite Rp 10.500/liter, dan Pertamina Dex Rp 11.850/liter.




Tonton juga 'Ini Alasan BBM Premium Batal Naik':

[Gambas:Video 20detik]

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed