Follow detikFinance
Jumat, 12 Okt 2018 17:11 WIB

Warga Karimunjawa Sulit Dapat BBM, Ini Respons Pertamina

Wikha Setiawan - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jepara - Pasokan BBM ke Karimunjawa dikabarkan tersendat. Alhasil harga BBM eceran melambung. Dari informasi yang dihimpun detikcom, harga BBM jenis Pertalie mencapai Rp 14.000/liter, dan di wilayah Kemojan Rp 12.000/liter. Sedangkan solar untuk keperluan nelayan sulit dicari, jika ada eceran harganya mencapai Rp 10.000/liter.

Arif, seorang warga Karimunjawa mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM di wilayahnya. Sejak 3 hari lalu terjadi antrean panjang di SPBU terutama bagi nelayan yang berburu solar.

"Hari ini solar sudah sulit dicari, harganya Rp 10.000 di pengecer. Sedangkan Pertalite di Karimunjawa Rp 14.000 dan Kemojan Rp 12.000/liter," katanya saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (12/10/2018).


Menurutnya, kondisi itu berpengaruh terhadap aktifitas warga di Karimunjawa. Termasuk nelayan dan pengusaha wisata.

"Bagaimana lagi, nyatanya memang BBM masih sulit di sini," paparnya.

Keluhan lain juga disampaikan, Suhardi, pemilik perahu wisata di Karimunjawa. Sejak BBM sulit dan harganya melangit, banyak perahu yang menganggur.


"Solar menjadi kebutuhan penting bagi pengusaha perahu nelayan. Kami hanya bisa menunggu ada stok dari Semarang secepatnya," tandasnya.

Menanggapi situasi tersebut, Unit Manager Communication & CSR MOR IV Pertamina, Andar Titi Lestari, mengatakan Pertamina membantah isu keterlambatan distribusi BBM.

"Kapal SPOB telah bersandar di pelabuhan Karimun sejak Senin Siang, memang saat ini di SPBU ada pekerjaan penambahan tanki timbun di Karimunjawa, maka untuk aspek keselamatan bersama kami membutuhkan waktu untuk memastikan tidak ada kebocoran dan masalah kelistrikan,sehingga penyaluran BBM ke masyarakat baru bisa dilakukan pada selasa sore (9/10)," kata Andar.

Dia menambahkan Pertamina tetap menyalurkan energi berkeadilan dan tidak memilah-milah konsumen yang antre mengisi BBM.


"Tidak ada perbedaan konsumen, semua kami layani sesuai jalur antrian, memang untuk di Karimun Jawa ini karena hanya ada 1 SPBU di pulau ini maka kondisi mengantre adalah hal yang lumrah terjadi disini" jelas Andar.

Menghadapi persiapan Nelayan untuk berlayar dan seiring dengan meningkatnya kegiatan pariwisata di Karimunjawa, maka untuk meningkatkan kehandalan dan ketahanan stock BBM di Karimunjawa, Pertamina akan menambah kapasitas tangki timbun di Karimunjawa, yang semula kapasitas 80KL menjadi 135 KL.

"Tambahan tangki timbun 45 KL sedang dalam proses pengerjaan sehingga pada bulan ini dapat digunakan untuk menambah stock BBM di Karimunjawa, Nanti bila sudah bisa digunakan, jumlah KL yang dapat disimpan di Karimun Jawa setara dengan lebih dari 50% rata-rata kebutuhan BBM di Karimunjawa," terang Anda.


Dia juga mengimbau masyarakat Karimunjawa untuk lebih bijak dalam menggunakan bahan bakar sambil menunggu pengiriman BBM dari Pertamina.

"Kami harap masyarakat tidak melakukan panic buying, karena Pertamina selalu mengupayakan pengiriman BBM dan BBK ke Karimunjawa," tandasnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed