Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 07 Des 2018 10:20 WIB

Seliter Premium di Nias Turun Jadi Rp 6.450, Sebelumnya Rp 12.000

Robi Setiawan - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian ESDM Foto: Dok. Kementerian ESDM
Nias Selatan - PT Pertamina (Persero) bersama dengan Kementerian ESDM meresmikan kembali SPBU Kompak 16.228.521 di Distrik Sitolu Ori Kabupaten Nias Utara dan SPBU Kompak 16.228.810 di Distrik Hibala Kabupaten Nias Selatan. Dua lembaga penyalur di Sumatera Utara ini merupakan titik BBM 1 Harga ke-47 dan 48 yang diresmikan oleh Pertamina pada 2018.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan peresmian BBM 1 Harga ini merupakan realisasi komitmen pemerintah dan Pertamina untuk menyediakan BBM dengan harga sama seperti wilayah lain di Indonesia.

"Program BBM Satu Harga merupakan visi pemerintah untuk mewujudkan keadilan suplai energi bagi masyarakat Indonesia. Kami sangat mengapresiasi Pertamina yang sudah menjalankan mandat ini dengan sangat baik, dan berkomitmen untuk mencapai target BBM 1 Harga 2018 di 67 titik sebelum akhir Desember 2018," ujar Jonan dalam keterangan tertulis, Kamis (6/12/2018).

Adapun pada Desember, Pertamina telah melakukan uji operasi di 67 SPBU yang menjalankan BBM 1 Harga, sesuai target dan roadmap yang ditugaskan pemerintah ke Pertamina.

Dengan demikian, dari target 150 titik BBM 1 Harga yang diberikan ke Pertamina selama 3 tahun, yaitu 2017-2019, sudah terealisasi sebanyak 121 titik.


Saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka peresmian BBM 1 Harga di Kabupaten Nias Utara dan Kabupaten Nias Selatan, Jonan dan jajaran juga membagikan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dan Konversi Minyak Tanah (Mitan) ke LPG 3 kg.

Konversi mitan ke LPG 3 kg dilakukan oleh Pertamina melalui mitra PT Kogas Driyap Konsultan. Pada Desember 2018, direncanakan akan didistribusikan sebanyak 21.859 paket perdana di wilayah Kabupaten Nias Utara.

Di sisi lain Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid menambahkan, Pertamina akan meningkatkan pelayanan di Nias. Tak hanya melalui program BBM 1 Harga, namun dalam waktu dekat akan memulai pembangunan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) dan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) di sekitar Bandara Binaka, Gunung Sitoli, Nias.

"Pada 31 Desember 2018, seluruh penugasan negara yang diberikan kepada Pertamina yakni program BBM 1 Harga dan konversi mitan akan selesai. Ini merupakan kebanggaan bagi kami, Pertamina," ungkap Mas'ud.

Mas'ud menjelaskan SPBU Kompak 16.228.810 di Distrik Hibala Kabupaten Nias Selatan akan menerima suplai BBM dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Gunung Sitoli. Pada SPBU ini akan disediakan BBM jenis premium dan solar.

Distribusi dari TBBM Gunung Sitoli ke SPBU Kompak 16.228.521 memakan waktu lebih dari 2 jam dengan moda perjalanan darat (sekitar 95 km), atau lebih dari 6 jam apabila ditempuh melalui jalan laut (sejauh 64,3 km).


"Sebelum dilakukan program ini, harga premium di Distrik Sitolu Ori mencapai Rp 12 ribu per liter. Sedangkan, Biosolar Rp 9.000 per liter. Saat ini, masyarakat Distrik Sitolu Ori bisa menikmati harga premium Rp 6.450 dan Rp 5.150 untuk solar," jelasnya.

Sementara itu, SPBU Kompak 16.228.521 di Distrik Sitolu Ori Kabupaten Nias Utara berjarak 41 km dari TBBM Gunung Sitoli. Sebelum adanya BBM 1 Harga, masyarakat setidaknya membayar Rp 7.500 per liter untuk premium dan Rp 7.000 per liter untuk solar.

Lebih lanjut Mas'ud pun menjelaskan melalui paket perdana LPG 3 kg yang dibagikannya, masyarakat akan lebih hemat karena setiap satu liter mitan setara dengan penggunaan 0,5 kg LPG. Selain itu, pembakaran LPG lebih baik daripada mitan sehingga dapat memiliki nilai panas lebih tinggi dan pengalaman memasak lebih baik.

"LPG juga merupakan energi bersih, memiliki emisi karbon yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan penggunaan minyak tanah sebagai bahan bakar," ujarnya.


Sebagai informasi, secara nasional Pertamina telah menjalankan program konversi mitan ke LPG sejak 2007. Sejak saat itu hingga 3 Desember 2018, tercatat pendistribusian paket perdana sudah mencapai 57,29 juta paket.

Estimasi potensi nilai penghematan Pemerintah dari awal berjalannya program ini hingga 2018 diperkirakan mencapai lebih dari Rp 250 triliun.

Marketing Operation Region I Pertamina memiliki 11 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), 19 TBBM dan 5 Depot LPG, serta lebih dari 700 SPBU. Sejak awal 2018 hingga 30 November 2018, MOR I telah mendistribusikan 6,7 juta kiloliter (KL) BBM, yakni sebanyak 4,2 juta KL gasoline, 2,5 juta KL gasoil, dan sisanya kerosene.

Hingga Desember 2018, di wilayah Sumatera Utara telah terealisasi 22 titik BBM 1 Harga, di antaranya Aceh Singkil, Gayo Lues, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, dan Kabupaten Nias Utara. Selain itu, Kepulauan Mentawai, Solok Selatan, Kabupaten Natuna, Bintan, dan Anambas.

Hadir dalam peresmian tersebut Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid, Bupati Kabupaten Nias Utara Marselinus Ingati Nazara, dan Wali Kota Gunung Sitoli Lakhomizaro Zebua. (idr/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed