Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 08 Jan 2019 11:13 WIB

Gara-gara China, Harga Batu Bara Turun Tipis ke US$ 92/Ton

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Bongkar Muat Batu Bara/Foto: Hasan Alhabshy Bongkar Muat Batu Bara/Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Memasuki awal tahun 2019, Pemerintah telah mematok harga batu bara untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel).

Harga Batubara Acuan (HBA) Januari 2019 ditetapkan oleh Menteri ESDM dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 01/K/30/MEM/2019 sebesar US$ 92,41/ton atau turun tipis sebesar US$ 0,10/ton dari bulan Desember 2018.


HBA bulan ini melanjutkan tren penurunan sejak lima bulan terakhir, yaitu Agustus (US$ 107,83/ton), September (US$ 104,81/ton), Oktober (US$ 100,89/ton), November (US$ 97,90/ton) dan Desember (US$ 92,51/ton). Angka HBA ini masih relatif stabil bila dibandingkan dengan HBA bulan yang sama pada tahun 2018 (year on year) yaitu US$ 95,54/ton.

Penurunan HBA Januari 2019 ini disebabkan karena kebijakan pembatasan impor batu bara oleh pemerintah China. Sedangkan di sisi lain, pasar batu bara global mengalami kelebihan pasokan.

"Hal tersebut juga yang menyebabkan harga batu bara melemah sejak beberapa bulan terakhir," bunyi keterangan tertulis Kementerian ESDM, Selasa (8/1/2018).


Nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batubara yang umum digunakan dalam perdagangan batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.

Penentuan ini disetarakan pada nilai kalori batubara 6.322 kcal per kilogram Gross As Received (GAR), kandungan air (total moisture) 8%, kandungan sulfur 0,8% as received (ar), dan kandungan ash 15% ar. (ara/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed