Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 11 Feb 2019 17:37 WIB

Jurus Jonan Tertibkan Perbedaan Harga Elpiji 3 Kg

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Eko Sudjarwo Foto: Eko Sudjarwo
Jakarta - Sepanjang rapat kerja (raker) antara Komisi VII dewan perwakilan rakyat (DPR) dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan, selalu muncul pandangan mengenai perbedaan harga gas elpiji 3 kilogram (kg) di tiap daerah.

Bahkan, salah satu pihak Komisi VII DPR menyebutkan harga gas elpiji 3 kg ada yang menyentuh lebih dari Rp 30.000 per tabung.

Menanggapi itu, Jonan mengungkapkan beberapa strategi agar pendistribusian gas tabung melon ini tepat sasaran dan harganya pun stabil.

"Yang saya tahu Pertamina sudah menjalin kerja sama dengan Polri dan Kabareskrim dalam penertiban dua hal, satu penjualan BBM secara ilegal dan kedua dan mengenai penertiban elpiji," kata Jonan di ruang rapat Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Jonan meminta pihak Direktorat Jenderal Migas untuk menindaklanjuti penjualan elpiji 3 kg, salah satunya mengawasi sistem distribusinya.

"Selama ini debat tertutup dan terbuka, kalau dilakukan terbuka dan tertutup ini nggak akan selesai karena ini barang bergerak," ujar Jonan.


Mantan Direktur KAI ini pun mengusulkan bahwa pemanfaatan elpiji 3 kg dilakukan dengan subsidi langsung melalui penggunaan kartu sakti yang diakui oleh pemerintah.

"Diberikan ke kartu apalah ya, elpiji 3 kg dan 12 kg, jadi harga per kg yang sama. Jadi penerima subsidi ini betul-betul tepat sasaran. Ini bukan soal distribusi semata, karena distribusi ini sulit sekali," ungkap dia.

Hanya saja, kata Dia, pembahasan mengenai pemberian subsidi langsung untuk elpiji 3 kg masih belum rampung. Dirinya berharap, penerapan subsidi langsung bisa disepakati oleh antar kementerian/lembaga terkait.

"Mudah-mudahan ini kebijakan ini bisa jalan. Kami sangat mendorong subsidinya ini subsidi langsung. Apakah Pertamina yang ditunjuk ini pasti akan sangat senang sekali. Ini solusi jangka panjang, tapi untuk jangka pendek, kalau dijual di pangkalan yang punya keagenan resmi ini ya nggak boleh," kata Jonan.

(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed