Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 15 Mei 2019 22:00 WIB

Suplai Terbatas, Harga Batu Bara Diprediksi Masih Stabil

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Harga batu bara semakin hari kian terpuruk. Salah satu faktor yang membuat harga emas hitam ini anjlok adalah kembali memanasnya hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China.

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) salah satu pemain batu bara terbesar di Indonesia yakin harga batu bara akan kembali stabil, sebab dari sisi hukum ekonomi supply and demand menurutnya masih seimbang.

"Demand masih oke, enggak naik tapi stabil. Dari sisi suplai enggak meningkat. Prediksi saya (harga) stabil," ujar Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir di Jakarta, Rabu (15/5/2019).


Dari sisi supply, menurut pria yang akrab di sapa Boy itu tidak akan meningkat. Sebab saat ini banyak perbankan dunia yang menutup diri untuk membiayai proyek batu bara.

"Orang mau buka tambang baru kan dia butuh pembiayaan. Bank sekarang susah kasih gara-gara bank asing. Kalau enggak ada tambang baru berarti supply baru enggak ada," tambahnya.


Dari sisi permintaan, Boy justru menilai ke depannya akan semakin meningkat. Sebab dalam waktu dekat akan banyak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang baru selesai dibangun.

"Banyak tuh PLTU yang selesai akhir tahun ini. Kalau dia trial dulu di November, Januari sudah full operation. Paling tidak (permintaan) tambah 7-8 juta ton lagi," tambahnya.

Dari sisi Adaro sendiri masih tetap mempertahankan produksi batu bar di sekitar 54-56 juta ton per tahun. Boy memprediksi harga batu bara akan stabil di atas level US$ 80 per metrik ton. (das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed