Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 24 Mei 2019 19:09 WIB

Darmin Jengkel Keuntungan Pertamina di Luar Negeri Tak Pernah Tercatat

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution kesal keuntungan PT Pertamina (Persero) dari hasil investasinya di luar negeri tidak pernah tercatat sejak lama.

Tercatat yang dimaksud dalam hal ini pada neraca pendapatan primer yang masuk dalam komponen neraca transaksi berjalan.

"Dulunya kan kita tadinya rapat dengan BPS dan BI kita tanya ini siapa yang nggak catat. Akhirnya BI bilang kita sebenarnya minta dulu sama Pertamina," kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (24/5/2019).


Tak tercatatnya keuntungan Pertamina yang didapat dari hasil investasinya di luar negeri justru berdampak pada transaksi berjalan yang saat ini mengalami defisit. Dampak yang dimaksud adalah hasil produksi minyak Pertamina dari Al Jazair dan Malaysia masuk ke Indonesia malah tercatat sebagai impor.

Padahal, lanjut Darmin, pihak Bank Indonesia sudah menawarkan kepada Pertamina untuk mencatatkan keuntungan hasil investasinya dari luar negeri dalam pembukuan di dalam negeri.


Namun penawaran dari BI itu tak pernah disambut Pertamina tanpa ada penjelasan. Darmin pun jengkel dan tak mengerti dengan sikap Pertamina tersebut.

"Pertamina nggak pernah dibalas. Karena mereka... nggak ngerti," ujar dia.

Pertamina memang punya sejumlah aset pengeboran di luar negeri yang dikelola lewat anak usahanya yakni Pertamina Internasional EP (PIEP).

Kinerjanya pun lumayan. Tak tanggung-tanggung, sepanjang 2018, PIEP mencatat jumlah produksi minyak dan gas yang meningkat hingga 153 KBOEPD (102 KBOPD + 299 MMSCFD) per Desember 2018, serta lifting ke Indonesia sebesar 6,5 juta Bbl. (hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com